• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB: China Tetap Jadi Destinasi Utama FDI Global di Asia

by Redaksi Asiatoday
February 8, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ADB: China Tetap Jadi Destinasi Utama FDI Global di Asia

Proyek jembatan besar Dafaqu di ruas jalan bebas hambatan Renhuai-Zunyi di Provinsi Guizhou, China barat daya. Jembatan sepanjang 1.427 meter, dengan bentangan utama 410 meter, tersebut merupakan salah satu proyek utama di sepanjang jalan bebas hambatan Renhuai-Zunyi. Provinsi Guizhou dikenal sebagai "museum jembatan" di China karena memiliki banyak jembatan, dengan jenis yang beragam dan teknologi rumit digunakan dalam pembangunannya. Foto: Xinhua

ASIATODAY.ID, MANILA – Arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) global ke kawasan Asia-Pasifik terus pulih ke tingkat periode sebelum pandemi, dengan China tetap menjadi destinasi utama di Asia, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) pada Selasa (7/2/2023).

Laporan Integrasi Ekonomi Asia 2023 mengatakan bahwa FDI ke kawasan Asia-Pasifik meningkat sebesar 64,3 persen pada 2021, hampir 7 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 2019 dan mewakili 40 persen dari FDI ke dalam (inward) secara global pada 2021.

Sementara itu, investasi keluar (outward) dari Asia pulih sebesar 15,2 persen pada 2021.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Setelah mencatatkan investasi yang kuat pada 2021, aliran FDI mungkin mereda pada 2022, mengingat lingkungan global yang tidak menentu,” sebut laporan itu, menambahkan bahwa bab-bab investasi dalam perjanjian megaregional baru, seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), dapat melengkapi upaya-upaya untuk mempromosikan investasi.

Menurut laporan tersebut, data tingkat perusahaan juga menyoroti ketahanan Asia dalam menarik FDI. Investasi greenfield atau investasi dengan membangun fasilitas produksi yang benar-benar baru di kawasan itu tumbuh sebesar 0,8 persen pada 2021 setelah anjlok 40,9 persen pada 2020.

Selain manufaktur, investasi greenfield tumbuh terutama dalam sektor bisnis seperti listrik, serta teknologi informasi dan komunikasi, sebut laporan itu.  (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ADBAsia InvestChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.