• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

ADB dan PLN Teken Kerjasama Netral Karbon 2060 di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 2, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB dan PLN Teken Kerjasama Netral Karbon 2060 di Indonesia

Director General Southeast Asia Department ADB, Ramesh Subramaniam dan Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menandatangi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mencapai netral karbon pada 2060 di Indonesia di sela-sela KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021). Dok PLN

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dan PT PLN (Persero) menandatangi nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mencapai netral karbon pada 2060 di Indonesia.

MoU tersebut ditandatangani oleh Director General Southeast Asia Department ADB, Ramesh Subramaniam dan Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini di sela KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11/2021) malam waktu Indonesia.

Kerjasama tersebut meliputi studi kelayakan penuh yang mencakup aspek teknis dan finansial dari pengurangan pembangkit listrik tenaga batubara. Kemudian evaluasi struktur ETM, mencari program atau mekanisme lain yang sesuai, serta merancang program bantuan teknis transisi.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury mengungkapkan, PLN sebagai salah satu BUMN yang sangat aktif dalam program dekarbonisasi. Kerjasama dengan ADB menjadi dukungan kuat untuk mempercepat pencapaian target tersebut.

“Kami sangat optimistis target dekarbonisasi bisa tercapai dengan adanya kerjasama yang baik antara PLN dan ADB. Ini merupakan langkah yang agresif bagi PLN dalam mencapai net zero emission,” katanya, dikutip Selasa (2/11/2021).

Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, Indonesia berperan penting dalam menekan perubahan iklim global.

Pasalnya, dalam skenario business as usual atau bisnis dalam kondisi normal, Indonesia dapat menyumbang emisi di atas 4 miliar ton CO2 per tahun pada 2060. Dua sektor penyumbang emisi tersebut adalah transportasi dan kelistrikan.

“Pada 2060, emisi sektor listrik bisa mencapai 0,92 miliar ton CO2 per tahun, dan emisi sektor transportasi bisa mencapai 0,86 miliar ton CO2 per tahun,” ujarnya.

PLN juga telah membuat rencana pengembangan energi ramah lingkungan dengan menambah kapasitas pasokan listrik hampir 21 Gigawatt (GW) yang berasal dari energi baru terbarukan (EBT) pada 2030.

Menurut Zulkifli, PLN itu tidak bisa mencapai target netral karbon sendiri, tetapi membutuhkan dukungan investasi lebih dari USD500 miliar selama 40 tahun ke depan, sehingga PLN membutuhkan akses ke pembiayaan hijau, hibah pembangunan, dan dukungan G2G.

“PLN membutuhkan subsidi atau kompensasi untuk menghindari membebankan biaya tambahan kepada pelanggan,” imbuhnya.

Sementara itu, ADB Vice President Ahmed Saeed mengatakan bahwa ADB sudah bekerjasama dengan Indonesia lebih dari 50 tahun. Kerjasama dengan PLN kali ini, kata dia, merupakan kesempatan yang baik untuk bisa bersama-sama mencapai transisi energi menuju energi bersih.

“Kesempatan ini sangat baik bagi kami dan PLN dalam mendukung Indonesia menuju transisi energi dari energi dengan emisi yang tinggi karbon menjadi energi bersih,” katanya.

Dikatakan, Indonesia masuk dalam tiga negara yang menjadi mitra ADB dalam pilot project Energy Transition Mechanism (ETM). Program itu merupakan dukungan ADB dalam pengurangan karbon yang bertujuan menggunakan pembiayaan publik-swasta untuk mempercepat berakhirnya pembangkit listrik tenaga batubara dan menggantinya dengan yang bersih dan terbarukan sumber energi. (ATN)

Tags: ADBAsian Development BankEmisi KarbonGreen EnergyNetral KarbonPLN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.