• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia

by Redaksi Asiatoday
December 14, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ADB Optimis Ekonomi Indonesia Pulih Kembali Tahun Depan

Kantor Asian Development Bank (ADB). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan Asia menyusul kemunculan varian baru Omicron dan peningkatan kasus di dunia.

Dalam laporan terbarunya bertajuk ‘Asian Development Outlook Supplement’, ADB memperkirakan PDB meningkat 7 persen pada tahun ini, turun sedikit dari perkiraan 7,1 persen pada September.

Prospek pada tahun depan juga akan diperkirakan melambat 0,1 persen menjadi 5,3 persen.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Negara berkembang di Asia diperkirakan akan mempertahankan rebound yang kuat seperti yang diperkirakan pada September,” tulis ADB dalam laporannya, Selasa (14/12/2021).

ADB mengingatkan, varian Omicron yang bermutasi harus menjadi perhatian serius bahwa kemungkinan penyebaran wabah tetap ada.

Ekonomi terbesar di Asia, China diperkirakan tumbuh lebih lambat dari sebelumnya yakni 8 persen pada 2021 dan 5,3 persen pada 2022, sedangkan India akan tumbuh lebih rendah menjadi 9,7 persen pada tahun fiskal yang dimulai pada 1 April 2021.

Sedangkan pertumbuhan Asia Tenggara juga diproyeksi melemah dan terpangkas 3 persen pada tahun ini karena lambatnya pertumbuhan di Malaysia dan Vietnam.

Menurut ADB, pendekatan zero Covid yang diterapkan Beijing dapat memperparah aktivitas ekonomi, mengikuti penyebaran strain baru yang dapat terjadi di berbagai belahan negara.

Laporan ADB juga menyebutkan bahwa inflasi regional tetap terkendali, dengan perkiraan direvisi turun menjadi 2,1 persen pada 2021 dan tidak berubah pada tahun depan sebesar 2,7 persen. Hal ini berpotensi kebijakan moneter tetap mendukung. Namun, risiko kenaikan inflasi dapat mendorong AS untuk mengetatkan kebijakan moneter lebih awal dan memicu volatilitas keuangan.

Sebagian besar negara berkembang di Asia telah meningkatkan tingkat vaksinasi, tetapi progresnya masih sangat bervariasi. (ATN)

Tags: ADBAsia Development BankPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.