ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan properti, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyatakan properti yang viral diiklankan Selasa (27/8/2019), Borneo Bay City sudah lama menjadi proyek perusahaan.
Menurut Direktur Agung Podomoro Land Paul Christian Ariyanto, proyek tersebut sudah direncanakan sejak 2014. Ia juga membantah bahwa mendapat bocoran mengenai lokasi Ibu Kota baru.
“Proyek Borneo Bay dari 2014. Sebelumnya kami tidak tau Ibu Kota dipindahin kesitu,” kata Paul di Jakarta, Selasa (27/8/2018).
Paul menjelaskan alasan perusahaan membangun properti di Kalimantan Timur lantaran industri di wilayah tersebut lebih maju dibandingkan dengan wilayah Kalimantan lain. Menurutnya, Kalimantan Timur khususnya Balikpapan ini diproyeksikan menjadi kota metropolitan seperti Makassar.
“Karena Balikpapan itu merupakan daerah paling maju dari daerah lain. Ada tol disana. Balikpapan akan sama dengan kota metropolitan di Makassar, nanti majunya seperti Makassar,” jelasnya.
Sebelumnya, saham APLN melonjak 7,73 persen atau 14 poin pada perdagangan Selasa menjadi Rp195 per saham.
Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan saham APLN diperdagangkan dilevel Rp184 per saham tetapi seharian saham APLN terus melonjak naik. Hingga penutupan perdagangan saham APLN berada di level Rp195 per saham.
Sebelumnya beredar iklan di media cetak bahwa APLN mempromosikan Borneo Bay City yang diklaimnya sebagai salah satu tempat yang cocok untuk investasi di Ibu Kota baru Indonesia.

Dalam iklan tersebut APLN menawarkan properti yang berada di kawasan superblock terintegrasi. Propertinya ini juga diklaim sebagai investasi terbaik dengan harga Rp700 jutaan.
APLN pun mengklaim properti ini berdekatan dengan posisi Ibu Kota atau hanya menempuh waktu 20 menit ke Penajam Paser Utara dengan menggunakan tol Balikpapan-Penajam. (AT Network)
,’;\;\’\’
