• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AirAsia Stop Pendanaan Operasional di India

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maskapai AirAsia Mulai Layani Penerbangan Pada 7 Mei

Maskapai penerbangan AirAsia Group. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Maskapai AirAsia Group Bhd telah menghentikan pendanaan untuk cabang usahanya di India karena tersendatnya industri penerbangan akibat pandemi Covid-19.

Mengutip Bloomberg Selasa (6/10/2020), kelangsungan usaha AirAsia India Ltd kini bergantung pada pemilik hak operasional maskapai tersebut di India, Tata Group. Sejauh ini, konglomerasi India tersebut belum menyatakan kesediaannya untuk menyelamatkan lini usahanya itu.

Tata Group yang memiliki 51 persen dari saham AirAsia India, telah mengucurkan pendanaan sebesar USD41 juta atau 3 miliar rupee. Paket bantuan dana selanjutnya diperkirakan akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Tata Group saat ini tengah mengkaji biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli sisa kepemilikan saham AirAsia India. Tata juga memiliki 51 persen saham di anak perusahaan Singapore Airlines Ltd, Vistara.

Dalam sebuah wawancara di televisi lokal, Menteri Penerbangan Indai Hardeep Singh Puri mengatakan AirAsia tidak akan berhenti beroperasi di India. Menurutnya, pernyataannya beberapa waktu lalu terkait masalah ini telah dipelintir oleh media.

Sebelumnya, AirAsia menyatakan akan menghentikan kegiatan operasionalnya di Jepang dikarenakan pandemi virus corona yang menghantam sektor penerbangan.

Adapun saat ini, AirAsia berencana untuk menghimpun dana sebesar USD600 juta atau 2,5 miliar ringgit untuk menutupi kerugian akibat pandemi global.

Sementara itu, anak usaha AirAsia lainnya, AirAsia X Bhd tengah berdiskusi dengan kreditur untuk merestrukturisasi utangnya ditengah likuiditas perusahaan yang minim. Hal ini semakin mengancam kelangsungan usaha AirAsia X ke depannya.

AirAsia India resmi beroperasi pada 2014 lalu dengan target mencapai titik impas (break even) dalam 4 bulan. Namun, tingginya pajak bahan bakar dan persaingan tarif membuat impian itu tak kunjung tercapai.

Saat ini, AirAsia India memegang market share sebanyak 6,8 persen dengan lebih dari 3.000 tenaga kerja. (ATN)

Tags: AirAsiaIndustri Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.