• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Aksi Demonstrasi Protes Lockdown Berlangsung di Tiga Negara Eropa

by Redaksi Asiatoday
May 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Aksi Demonstrasi Protes Lockdown Berlangsung di Tiga Negara Eropa

Unjukrasa di Hyde Park, London. Ist

ASIATODAY.ID, WARSAWA – Aksi demonstrasi menentang kebijakan penguncian wilayah (lockdown) terkait pandemi coronavirus (covid-19) berlangsung di tiga negara Eropa, yakni Polandia, London, dan Jerman pada Sabtu 16 Mei.

Aksi protes ini berujung bentrok dengan polisi, yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan dan menangkap beberapa demonstran.

Dilansir dari TRT World, Minggu 17 Mei 2020, puluhan orang — termasuk seorang senator — ditahan polisi dalam unjuk rasa anti-lockdown di Warsawa. Aparat membubarkan aksi tersebut karena perwakilan demonstran tidak mengantongi izin.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Jacek Bury, seorang senator dari kubu oposisi di Polandia, mengaku terluka diserang polisi saat berusaha melindungi seorang pengunjuk rasa. Kepolisian Polandia membantah telah menyakiti Bury.

Di Inggris, unjuk rasa anti-lockdown dan anti-vaksin berlangsung di Hyde Park di London. Polisi dalam jumlah besar pun dikerahkan ke lokasi.

Para pengunjuk rasa meneriakkan “kebebasan” sambil membawa sejumlah spanduk. Sebagian dari mereka duduk bersantai di taman dengan tetap menjaga jarak sosial (social distancing), sementara sebagian lainnya melanggar aturan tersebut.

Aparat keamanan mencoba membubarkan massa di Hyde Park, dengan mengancam akan menjatuhkan denda. Kepolisian Metropolitan London mengaku telah menangkap 13 orang dalam unjuk rasa tersebut.

Ini merupakan pekan pertama sejak Pemerintah Inggris melonggarkan lockdown dan mengizinkan warga untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar ruangan.

Sementara di Jerman, polisi menegakkan aturan sosial distancing terhadap ribuan warga yang berunjuk rasa menentang lockdown. Aksi protes semacam itu terjadi di beberapa kota Jerman.

Lebih dari 5.000 orang dilaporkan berunjuk rasa di Stuttgart, sekitar 1.500 di Frankfurt, dan 1.000 di Munich. “Corona itu palsu,” tulis sebuah poster yang dibawa demonstran di Stuttgart. (ATN)

Tags: Asia EropaCorona EropaCoronavirusCOVID-19Lockdown
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.