• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AMB Ekspor Perdana 6.000 Metrik Ton CPO ke India

by Redaksi Asiatoday
November 12, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AMB Ekspor Perdana 6.000 Metrik Ton CPO  ke India

ASIATODAY.ID, BANDA ACEH – PT Aceh Makmur Bersama (AMB) melakukan ekspor perdana 6.000 metrik ton kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melalui Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara menuju pelabuhan KandlPa, India.

Direktur Utama PT AMB Petrus Budiyanto mengatakan ekspor perdana CPO dianggap dapat memajukan perekonomian daerah, dan berharap ke depan akan banyak lagi pemasok yang bekerjasama sehingga memberi dampak positif untuk CPO Aceh.

“Dengan ekspor perdana CPO ini diharapkan dapat memberikan peningkatan ekonomi daerah, karena selama ini CPO yang dihasilkan dari Aceh dibawa ke Belawan (Sumatera Utara) dan diekspor melalui pelabuhan di sana,” katanya, di Aceh Utara, dikutip dari antara, Selasa (12/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Ekspor perdana ini akan dilakukan Selasa (12/11/2019) hari ini.

Pelepasan ekspor perdana CPO itu dilakukan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang diwakili Staf Ahlo Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Mahyuzar, sekaligus meresmikan Bulking Terminal Facility Pusat Logistik Berikat (PLB) PT AMB.

Petrus menyebutkan pihaknya berterimakasih kepada Just Oil and Grain Pte Ltd, Singapore yang telah mempercayakan PT AMB sebagai pengguna fasilitas terminal, yang bertugas mengumpulkan suppliers (pemasok) dari Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah dan Lhokseumawe.

“Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan semua elemen yang ada di Aceh, diharapkan kegiatan ekspor CPO ini dapat berjalan terus menerus karena industri kelapa sawit merupakan produk unggulan dalam negeri dan akan bersaing di Internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh Muzakir Manaf mengatakan ekspor perdana CPO itu diharapkan Aceh dapat berkembang dan maju baik dari sektor ekonomi maupun yang lain.

Dia mengatakan, pihaknya akan mengusulkan ke DPRA untuk membuat qanun (perda) tentang tidak dibolehkan lagi CPO dari Aceh tersebut dijual ke Medan, Sumatera Utara jika ekspor CPO tersebut terus berlanjut.

“Aceh memiliki potensi yang dapat dikembangkan salah satunya industri kelapa sawit dan berkat adanya dukungan dari seluruh pihak maka akan dapat memajukan ekonomi daerah,” katanya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor CPOEkspor IndonesiaKelapa Sawit
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.