• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amerika Beri Sanksi Pembatasan Visa Karyawan Huawei

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kolaborasi Huawei Gelar Pelatihan Keamanan Siber

Perusahaan teknologi Huawei. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintahan Amerika Serikat akan segera memberlakukan pembatasan visa terhadap beberapa karyawan perusahaan asal China, Huawei Technologies.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, langkah tersebut diambil karena dipandang terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia oleh Partai Komunis China, termasuk terhadap Muslim dan minoritas lainnya.

“Perusahaan-perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia harus memperhatikan tindakan mereka sendiri. Jika mereka melakukan bisnis dengan Huawei, mereka berbisnis dengan para pelanggar hak asasi manusia,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, Rabu (15/7/2020), melansir Bloomberg.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Masih belum diketahui karyawan Huawei mana atau berapa banyak dari mereka yang akan menghadapi pembatasan visa dari pemerintah AS.

Kendati bersifat simbolis, ini merupakan langkah terbaru dalam kampanye global oleh AS untuk membatasi sepak terjang Huawei dan memaksa perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk memutuskan hubungan dengan raksasa teknologi asal China ini.

Pemerintah AS berpendapat bahwa Huawei dapat digunakan oleh pemerintah di Beijing sebagai pintu belakang untuk memata-matai Amerika. 

Pemerintahan Trump juga menggunakan sanksi macam ini sebagai cara untuk menekan Beijing atas pelanggaran hak asasi manusia yang mencakup pengurungan paksa warga Uighur dan kelompok etnis lain di wilayah Xinjiang.

Pompeo mengindikasikan bahwa pembatasan visa juga akan berlaku untuk perusahaan teknologi lainnya di China “yang memberi dukungan material kepada rezim yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia secara global”.

Sementara itu, Huawei telah berulang kali menegaskan operasinya yang independen.

“Kami kecewa dengan tindakan tidak adil dan sewenang-wenang ini untuk membatasi visa karyawan kami yang bekerja tanpa lelah demi berkontribusi pada inovasi teknologi di AS dan di seluruh dunia,” kata juru bicara Huawei Rob Manfredo dalam sebuah pernyataan.

Seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan China, Pompeo mengatakan bahwa AS terus melakukan pembicaraan dengan pemerintah di Beijing.

“Tapi kita harus berurusan dengan China seperti apa adanya, bukan seperti yang kita harapkan,” kata Pompeo. (ATN)

Tags: Amerika SerikatHuaweiPartai Komunis ChinaUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.