• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Amerika, China dan Jerman Menikmati Keuntungan Paling Besar Gabung di WTO

by Redaksi Asiatoday
December 31, 2019
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bahas Kebijakan Dagang, Indonesia Gelar Pertemuan dengan WTO

ASIATODAY.ID, BERLIN – Sebuah studi yang dirilis oleh Bertelsmann Stiftung, lembaga think tank Jerman, mengungkap bahwa Amerika Serikat (AS), China dan Jerman adalah negara-negara yang paling diuntungkan dari keanggotaan mereka dalam Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

Studi ini menemukan bahwa Amerika Serikat, China dan Jerman telah menghasilkan pendapatan terbesar, yang secara langsung dikaitkan dengan keanggotaan mereka di WTO.

Menurut penelitian tersebut, melalui keanggotaan WTO, Amerika Serikat menghasilkan keuntungan pendapatan sekitar USD87 miliar pada 2016. Sementara ekonomi China dan Jerman masing-masing mencatat kenaikan pendapatan sekitar USD86 miliar dan USD66 miliar

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“WTO adalah sistem operasi ekonomi dunia yang memastikan bahwa barang dan jasa dapat diperdagangkan dalam lingkungan yang stabil dan berbasis aturan setiap hari,” kata Pakar Perdagangan Bertelsmann Stiftung Christian Bluth, melansir Xinhua, Selasa (31/12/2019).

Pada 2016, keanggotaan WTO menyebabkan peningkatan total kemakmuran sekitar USD855 miliar untuk semua anggotanya di seluruh dunia, kata laporan itu. Sementara itu, studi tersebut mencatat bahwa negara-negara yang bukan anggota WTO kalah karena integrasi ekonomi yang lebih besar dari anggota WTO.

“Bahkan jika tidak ada organisasi yang sempurna, siapa pun yang percaya mereka dapat mengandalkan sistem perjanjian perdagangan bilateral dan bukannya WTO berisiko kehilangan besar kemakmuran dalam perdagangan internasional,” tandas Bluth. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatChinaJermanWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.