• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Amerika Tekan Israel Hentikan Investasi 5G China

by Redaksi Asiatoday
May 28, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Amerika Tekan Israel Hentikan Investasi 5G China

Negeri Amerika Serikat. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman mendesak para pejabat Israel untuk menghentikan investasi 5G China di negara tersebut.

Tekanan terjadi selama pembicaraan antara Friedman, Menteri Komunikasi Israel Yoaz Hendel dan Ketua Urusan Luar Negeri Knesset dan Komite Pertahanan Zvi Hauser, Rabu (27/5/2020).

Sebelum ini, AS telah berhasil membujuk Israel untuk membatalkan kontrak dengan perusahaan China yang dimaksudkan untuk membangun pabrik desalinasi besar-besaran di Israel.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Haaretz melaporkan bahwa pemerintah Israel menghadapi dua keputusan besar terkait dengan investasi China di pasar telekomunikasi Israel.

Keputusan pertama, menurut Haaretz , adalah pembelian peralatan China oleh Israel untuk mendirikan dan mengoperasikan jaringan 5G. Keputusan kedua adalah apakah mengizinkan perusahaan Hutchison China untuk mendapatkan kembali kendali atas perusahaan seluler Mitra Israel.

Hutchison menjual saham pengendali di perusahaan Mitra Israel sekitar sepuluh tahun yang lalu, dan baru-baru ini mengajukan permohonan untuk mendapatkannya kembali, tetapi sedang menunggu persetujuan dari Knesset Israel.

Harian Israel mengungkapkan bahwa AS, di bawah Presiden Donald Trump, telah menekan Israel, bersama dengan banyak sekutunya, untuk membatasi investasi China di negara itu sebagai bagian dari perang dagang kedua negara, dengan ketegangan melonjak dalam beberapa bulan terakhir di tengah-tengah krisis coronavirus.

Menyusul tiga tahun tekanan AS, pada Oktober kabinet keamanan Israel memutuskan untuk membangun mekanisme untuk memantau investasi Cina.

Pakar media Israel tentang masalah militer dan pertahanan, Amos Harel, melaporkan di Haaretz bahwa Israel awalnya meramalkan bahwa tekanan AS akan menjadi badai yang akan berlalu dalam waktu, namun, hal itu mengakibatkan Israel dipaksa untuk memilih salah satu dari dua hubungan tersebut. yang keduanya dianggap penting.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo , dalam kunjungan singkat ke Israel, telah meminta Israel untuk membatasi investasi China di situs-situs yang dianggap sensitif bagi tentara AS, seperti Pelabuhan Haifa yang secara teratur menampung kapal-kapal militer AS. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaInvestasi ChinaIsrael
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.