• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Anggaran Penanganan Covid-19 di Indonesia Naik Jadi Rp695,2 Triliun

by Redaksi Asiatoday
June 16, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Wabah Corona di Indonesia Meledak, IDI Sebut Sudah Capai 7.500 Kasus

Fasilitas perawatan pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali meningkatkan jumlah anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 menjadi Rp695,2 triliun dari sebelumnya sebesar Rp677,2 triliun.

“Pemerintah telah menyampaikan di sidang kabinet ada tambahan belanja dari Perpres 54. Biaya penanganan covid ditingkatkan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam video conference di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Sri merinci anggaran untuk bidang kesehatan kini menjadi Rp87,55 triliun dari sebelumnya Rp75 triliun. Anggaran ini bukan hanya untuk belanja alat kesehatan dan peningkatan sarana kesehatan saja, tetapi juga insentif bagi para tenaga medis.

RelatedPosts

Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Selanjutnya anggaran untuk perlindungan sosial dialokasikan sebesar Rp203,9 triliun. Anggaran ini tidak mengalami perubahan yang akan diperuntukan bagi program PKH, program sembako, bantuan langsung tunai (BLT) hingga diskon listrik.

Pemerintah juga memberikan insentif bagi dunia usaha dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Alokasi insentif bagi dunia usaha sebesar Rp120,61 triliun dan bagi UMKM Rp123,46 triliun termasuk insentif dalam bentuk relaksasi perpajakan.

Adapun anggaran yang mengalami kenaikan adalah untuk pembiayaan korporasi dari Rp44,57 triliun menjadi Rp53,57 triliun. Selain itu, anggaran untuk sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah juga naik dari Rp97,11 triliun menjadi Rp106,11 triliun.

“Jadi seluruh APBN difokuskan untuk mengurangi tekanan berat di kuartal II sehingga diharapkan di kuartal III mulai terjadi pemulihan atau pengurangan tekanan, sehingga masyarakat, dunia usaha, dan daerah bisa mulai melakukan pemulihan kegiatan ekonominya. Dan mengurangi tekanan akibat penurunan kesejahteraan akibat covid,” tandasnya. (ATN)

Tags: Corona IndonesiaCoronavirusCOVID-19Sri Mulyani Indrawati
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.