• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Arab Saudi Kembali Jadi Pemasok Utama Minyak Mentah ke China

by Redaksi Asiatoday
March 27, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi Kembali Jadi Pemasok Utama Minyak Mentah ke China

Aktivitas pengangkutan minyak di kilang Saudi Aramco. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Arab Saudi mendapatkan kembali tempatnya sebagai pemasok minyak mentah utama China dalam dua bulan pertama di 2022 yang telah dilompati oleh Rusia pada Desember 2021.

Sementara itu, pengiriman Rusia turun 9 persen karena pemotongan kuota impor membuat penyulingan independen mengurangi pembelian. Demikian laporan CNA, Minggu (27/3/2022).

Berdasarkan data dari Administrasi Umum Kepabeanan menunjukkan kedatangan minyak mentah Arab Saudi mencapai 14,61 juta ton pada Januari-Februari, setara dengan 1,81 juta barel per hari (bph), turun dari 1,86 juta bph setahun sebelumnya.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Impor dari Rusia mencapai 12,67 juta ton dalam dua bulan, atau 1,57 juta barel per hari. Itu dibandingkan dengan 1,72 juta barel per hari pada periode 2021 yang sesuai.

Permintaan minyak mentah ESPO andalan Rusia dari kilang independen China, yang dikenal teko, terpukul tindakan keras Beijing terhadap penghindaran pajak dan perdagangan ilegal kuota impor.

Pemerintah juga memotong gelombang pertama dari tunjangan impor minyak mentah 2022 ke teko, yang bertujuan untuk menghilangkan kapasitas penyulingan yang tidak efisien.

Impor dari Rusia bisa jatuh pada Maret karena pembeli di seluruh dunia menghindari kargonya setelah krisis Ukraina yang semakin intensif.

Tetapi Reuters melaporkan produsen Rusia Surgutneftegaz bekerja dengan China untuk melewati sanksi Barat dan mempertahankan penjualan minyak.

Data bea cukai menunjukkan sebanyak 259.937 ton minyak mentah Iran tiba di China pada Januari, sekitar tingkat yang sama seperti pada Desember 2021, impor pertama yang dicatat oleh data resmi China sejak Desember 2020.

Pengiriman itu dilakukan ketika Teheran dan negara-negara Barat mengadakan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, menunjuk pada kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

Tidak ada kargo Iran yang dicatat oleh bea cukai China pada Februari. Data resmi China juga menunjukkan tidak ada impor dari Venezuela, yang juga berada di bawah sanksi AS, pada Januari dan Februari. (ATN)

Tags: Arab SaudiChinaMinyak MentahSaudi Aramco
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.