• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 20, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Bertekad Lawan Cara Culas China Dominasi Pasar Bahan Baku dan Teknologi

by Redaksi Asiatoday
July 25, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Bertekad Lawan Cara Culas China Dominasi Pasar Bahan Baku dan Teknologi 1

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. Dok

ASIATODAY.ID, SEOUL – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menyerukan hubungan perdagangan yang lebih dalam di antara sekutu untuk memperkuat rantai pasokan mereka, memerangi inflasi, dan menggagalkan praktik perdagangan tidak adil China termasuk upaya China mendominasi pasar bahan baku dan teknologi utama.

“Kami tidak dapat membiarkan negara seperti China menggunakan posisi pasar mereka dalam bahan baku, teknologi, atau produk utama untuk mengganggu ekonomi kami dan menggunakan pengaruh geopolitik yang tidak diinginkan,” kata Yellen, dilansir dari CNA, Senin (25/7/2022).

Sebaliknya, Yellen mengatakan, Amerika Serikat dan sekutu seperti Korea Selatan harus fokus pada menopang teman atau mendiversifikasi rantai pasokan mereka.

RelatedPosts

MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence

Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval

ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties

Kondisi itu untuk lebih mengandalkan mitra dagang terpercaya, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menurunkan risiko.

Yellen mengatakan hal itu guna mempertahankan dinamisme dan pertumbuhan produktivitas yang datang dengan integrasi ekonomi, sambil membantu melindungi warga di Amerika Serikat dan Korea Selatan dari kenaikan harga yang disebabkan oleh risiko geopolitik.

Adapun kekuatan Barat telah berlomba untuk mengakhiri ketergantungan mereka yang berlebihan pada China sebagai pemasok utama sejak dimulainya pandemi covid-19, yang mengekspos kerapuhan rantai pasokan global dan membuka kesenjangan dalam kapasitas domestik di sektor-sektor utama.

Ia mengatakan pandemi dan perang Rusia di Ukraina -tindakan yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus- memperjelas perlunya mengatasi kerentanan rantai pasokan dan bekerja untuk mengurangi kemacetan dan kekurangan yang telah mendorong harga lebih tinggi di seluruh dunia.

Di sisi lain, Yellen menyoroti serangkaian investasi yang baru-baru ini dilakukan LG untuk memperluas produksi baterai kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Dia mengatakan kunci pendekatan baru pada perdagangan mengharuskan negara-negara untuk memperhitungkan biaya rantai pasokan yang terlalu terkonsentrasi, kekhawatiran, dan nilai geopolitik. (ATN)

Tags: Amerika Serikat
No Result
View All Result

Terbaru

  • MSCI Flags Transparency Concerns, Indonesia Races to Reinforce Investor Confidence
  • Indonesia Regains Access to EU Aquaculture Market After Securing Regulatory Approval
  • ASEAN Offers Alternative to EU Integration Model and Shows Demand for Russia Ties
  • World Bank Injects $150 Million to Transform Rural Uzbekistan
  • ADB Injects $115 Million to Tackle Nepal’s Water and Sanitation Crisis
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.