• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS: China Ancaman Ekonomi Terbesar di Asia

by Redaksi Asiatoday
December 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Trump Tegaskan Kesepakatan Dagang dengan China Tetap Berlaku

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross mengungkapkan bahwa China menjadi ancaman ekonomi terbesar bagi negara-negara di kawasan Asia.

Pasalnya, China memiliki pasar dan kekuatan militer yang besar.

“China terus menjadi pasar potensial terbesar dan militer utama serta ancaman ekonomi di kawasan itu,” kata Ross di Milken Institute 2020 Asian Summit seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (8/12/2020).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Dengan potensi ini, pemerintahan Presiden Donald Trump sudah mengantisipasi dengan kebijakan ketat di sektor perdagangan. Salah satunya dengan pemberlakuan tarif perdagangan khusus bagi kerja sama dengan China.

Secara total, pemerintahan Trump menerapkan 539 tarif khusus baru di sektor perdagangan. Dari jumlah itu, 210 diantaranya terkait perdagangan dengan China.

Pemerintah AS juga memasukkan sejumlah perusahaan China ke daftar hitam perusahaan yang membutuhkan lisensi dalam pemanfaatan teknologinya.

Seluruh aturan itu sudah diteken AS dan China sejak dua tahun terakhir. AS menurunkan tarif impor atas produk China senilai USD110 miliar menjadi 7,5 persen.

Namun, mereka tetap memberlakukan tarif tinggi 25 persen bagi impor produk China dengan nilai mencapai USD250 miliar. Sementara China berkomitmen membeli barang dan jasa AS senilai USD200 miliar selama dua tahun.

China juga berkomitmen untuk mempercepat persetujuan akses ke pasar China dan meningkatkan perlindungan kekayaan intelektualnya. Kendati begitu, pembelian dari China sempat terhambat pandemi Covid-19.

Dari seluruh komitmen itu, Ross mencatat China sudah menerapkan 57 komitmen teknis dan membeli lebih dari USD23 miliar dari target yang disepakati.

“Itu sekitar 70 persen dari total yang disepakati, tapi sayangnya mereka telah membeli barang lain. Sekarang China telah mengumumkan pemulihannya dari pandemi, kami berharap mereka akan memenuhi target dua tahun (kesepakatan),” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Terpilih AS Joe Biden pernah mengatakan bahwa kebijakan perdagangan ketat dari AS kepada China tidak akan berubah secara drastis di masa kepemimpinannya nanti. Ia akan melakukan tinjauan dan berkonsultasi lebih dulu.

Sementara Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan China akan memenuhi komitmennya itu. Ia juga menyatakan bakal berkomunikasi lagi secara bilateral dengan AS. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.