• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS, China, Rusia, Prancis, dan Inggris Deklarasi Bersama Cegah Perang Nuklir

by Redaksi Asiatoday
January 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS, China, Rusia, Prancis, dan Inggris Deklarasi Bersama Cegah Perang Nuklir

Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Prancis dan Inggris. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Lima kekuatan global yakni Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Prancis, dan Inggris mendeklarasikan sikap untuk mencegah penyebaran dan risiko perang nuklir.

Deklarasi itu dituangkan melalui sebuah pernyataan bersama pada Senin (3/1/2022).

“Kami sangat yakin bahwa penyebaran lebih lanjut senjata nuklir harus dicegah,” demikian pernyataan bersama kelima negara tersebut.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Perang nuklir tidak dapat dimenangkan dan tidak boleh diperangi,” papar kelima negara yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB tersebut menambahkan.

Pernyataan itu keluar setelah tinjauan terakhir Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) ditunda dari jadwal semula Selasa (4/1) karena pandemi Covid-19.

Terlepas dari ketegangan antara China, Rusia dan AS bersama sekutu, lima negara itu melihat “penghindaran perang antara negara-negara pemilik senjata nuklir dan pengurangan risiko strategis perang nuklir sebagai tanggung jawab kami.”

“Masing-masing dari kami bermaksud untuk mempertahankan dan lebih memperkuat langkah-langkah nasional untuk mencegah penggunaan senjata nuklir yang tidak sah atau tidak disengaja,” bunyi pernyataan bersama itu menambahkan seperti dikutip AFP.

Pernyataan itu juga berjanji untuk mematuhi artikel kunci dalam NPT di mana negara-negara berkomitmen untuk pelucutan senjata nuklir penuh di masa depan.

Rusia menyambut baik deklarasi oleh kekuatan atom dan menyatakan harapannya akan mengurangi ketegangan global.

“Kami berharap, dalam kondisi keamanan internasional yang sulit saat ini, persetujuan pernyataan politik semacam itu akan membantu mengurangi tingkat ketegangan internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Sementara itu, Wakil menteri luar negeri China Ma Zhaoxu mengatakan bahwa janji itu “akan membantu meningkatkan rasa saling percaya dan menggantikan persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar dengan koordinasi dan kerja sama”.

Pernyataan bersama ini muncul ketika ketegangan antara Rusia dan AS terus memuncak melebihi saat Perang Dingin. Ketegangan Rusia dan AS terjadi sejak Moskow diduga berencana menginvasi Ukraina lagi awal tahun ini menyusul pengerahan pasukan dalam skala besar ke perbatasan.

Sementara itu, Rusia khawatir soal ekspansi NATO ke wilayah timur Eropa. Akibat ketegangan ini, Rusia dan AS akhirnya sepakat menggelar pertemuan di Jenewa pada 10 Januari mendatang.

Sementara itu, kebangkitan China di bawah Presiden Xi Jinping juga menimbulkan kekhawatiran bahwa ketegangan Beijing dan Washington dapat menyebabkan konflik, terutama soal Taiwan.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang membangkang karena ingin memerdekakan diri.

Sementara itu, AS memiliki tanggung jawab mendukung Taiwan meski kedua negara tak memiliki hubungan resmi. (ATN)

Tags: NuklirSenjata Nuklir
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.