• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS dan China tidak Bisa Mendikte Indonesia karena Investasi

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Perusahaan AS Didorong Jadikan Indonesia Basis Industri Manufaktur di Asia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa negara manapun tidak bisa mendikte Indonesia hanya karena mereka ingin berinvestasi di negara ini.

Menurut Luhut dalam berinvestasi di Indonesia, bentuknya setara. Semua pihak yang berinvestasi baik itu Elon Musk atau siapapun akan setara. Dia juga menambahkan Indonesia tidak mau diatur oleh pihak manapun.

“Kita harus equal. Kalau kau tidak mau, ya sudah,” tuturnya

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Luhut menilai saat ini Indonesia berada di posisi yang kuat sehingga tidak ada satu negara yang dapat mendikte Indonesia.

“Tidak ada satu negara pun boleh mendikte Republik Indonesia, karena kita pada posisi yang sangat-sangat bagus. Tidak Amerika Serikat, tidak China juga, tidak siapa saja. Karena we are very strong position today,” tegas Luhut.

Dalam rapat dengan badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (9/6/2022), Luhut awalnya menjelaskan terkait proses investasi dua perusahaan milik Elon Musk, Starlink dan Tesla.

Saat ini perusahaan satelit Elon Musk, Starlink dalam tahap final negosiasi sedangkan perusahaan otomotif Tesla masih dalam tahap pembicaraan.

“Tim Elon Musk sudah datang kemari, timnya jalan, dan prosesnya tidak seperti balik tangan juga. Tapi setidaknya Starlink kita sudah mulai, sudah dibuka, jadi saya berkomunikasi dengan mereka dan mereka sudah sangat gembira, sekarang sedang negosiasi di sini tentang Starlink, bagaimana dan kapan dimulai,” tandas Luhut. (ATN)

Tags: Indonesia-Amerika Serikat (AS)Kerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.