• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

AS dan Filipina Mulai Negosiasi Proyek Energi Nuklir, Nikel dan Kobalt

by Redaksi Asiatoday
November 21, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS dan Filipina Mulai Negosiasi Proyek Energi Nuklir, Nikel dan Kobalt 1

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris saat berbicara di KTT APEC Thailand. Dok Potus

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) dan Filipina mulai melakukan negosiasi mengenai rencana kesepakatan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dengan teknologi AS.

Wakil Presiden AS Kamala Harris mengungkapkan hal itu sebelum pertemuan dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan Wakil Presiden Sara Duterte Carpio di Manila pada Senin (21/11/2022). Pertemuan ini merupakan bagian dari perjalanan untuk memperdalam hubungan keamanan dan ekonomi di Asia.

Dilansir dari Bloomberg, pekan lalu Harris meluncurkan kemitraan energi bersih dengan Thailand yang mencakup tawaran bantuan AS untuk membangun reaktor nuklir kecil.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Pembicaraan mengenai perjanjian energi nuklir sipil dengan Filipina bertujuan untuk menyebarkan teknologi reaktor canggih guna membantu Filipina memenuhi kebutuhan listriknya. Kesepakatan ini akan memberikan dasar hukum untuk ekspor peralatan dan material nuklir AS.

Dalam upaya untuk meningkatkan rantai pasokan bahan baku mineral penting, AS juga akan mendukung pengembangan fasilitas pengolahan nikel dan kobalt di Filipina.

Gedung Putih mengatakan Fasilitas tersebut akan memperluas produksi nikel dan kobalt Filipina sebesar 20.000 metrik ton per tahun dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan dari mineral penting tersebut.

Pakta Pertahanan Militer AS saat ini beroperasi di lima lokasi di Filipina dan kedua negara juga melakukan latihan militer bersama. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kedua negara telah menentukan lokasi baru untuk memperluas pakta kerja sama pertahanan mereka, tetapi lokasi yang tepat dan penggunaannya belum akan dipublikasikan.

Manila adalah pemberhentian kedua Harris dalam perjalanannya ke Asia setelah sebelumnya ia mengunjungi Thailand. Dia berangkat ke wilayah Palawan pada Selasa. Wilayah di tepi Laut China Selatan ini menjadi daerah sengketa yang diklaim seluruhnya atau sebagian oleh beberapa negara termasuk China dan Filipina. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Energi NuklirHilirisasi NikelKobalt
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.