• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS dan Uni Eropa Gagal Hancurkan Ekonomi Rusia

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS dan Uni Eropa Gagal Hancurkan Ekonomi Rusia 1

Presiden Rusia Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa upaya negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk menghancurkan ekonomi Rusia telah gagal total.

Seperti diketahui, negara barat meluncurkan saksi ekonomi sebagai balasan atas operasi militer khusus Rusia ke Ukraina.

“Negara-negara Barat bermaksud untuk merusak ekonomi Rusia dengan menjarah cadangan devisa, menenggelamkan mata uang nasional [rubel], dan memicu inflasi yang menghancurkan. Namun, rencana ini gagal total,” ujar Putin dalam konferensi Dewan Pembangunan Strategis dan Proyek Nasional Rusia secara virtual sebagaimana dilansir dari Telesurtv pada Jumat (16/12/2022).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Putin lantas memuji kebijakan keuangan pemerintah Rusia. Menurutnya, para pemangku kepentingan telah melakukan segala cara untuk mengatasi sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Putin, penurunan 2,5 persen dalam perkiraan produk domestik bruto (PDB) negara itu untuk akhir tahun jauh dari keruntuhan 20 persen yang diprediksi oleh banyak ahli Barat. Apalagi, saat negara Barat secara kolektif melancarkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Di tengah sanksi yang dijatuhkan, Vladimir Putin mengatakan fakta mencengangkan bahwa negara Uni Eropa terus mengonsumsi barang dan jasa negaranya. Bahkan tercatat pasokan komoditas Rusia ke negara-negara Eropa meningkat 1,5 kali lipat dalam sembilan bulan pertama tahun ini atau saat perang Rusia dan Ukraina terjadi.

Putin menilai kepemimpinan Uni Eropa sangat lemah terhadap Amerika Serikat (AS) sehingga menyebabkan kesengsaraan ekonomi di kawasan benua biru.

Putin mengungkapkan bahwa hari ini mitra utama UE, yaitu AS, sedang mengejar kebijakan yang mengarah langsung ke de-industrialisasi Eropa.

“Mereka [UE] bahkan mencoba untuk mengeluh tentang hal itu kepada Tuan Amerika mereka. Kadang-kadang bahkan dengan kebencian, mereka bertanya ‘Mengapa Anda melakukan ini pada kami? Saya ingin bertanya:’ Apa yang Anda harapkan? Apa lagi yang terjadi pada mereka yang mengizinkan kaki untuk diusap pada mereka?” tutur Putin. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Vladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.