• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Segera Investigasi Cip Huawei Mate 60 Pro

by Redaksi Asiatoday
September 12, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Huawei Investasi USD400 Juta Gandeng 300 Kampus di Dunia Kembangkan Inovasi

Huawei. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Huawei baru saja merilis ponsel terbarunya pekan lalu, Mate 60 Pro dan Mate 60 Pro+ menggunakan cip Kirin 9.000s, yakni prosesor yang dikembangkan sendiri oleh Huawei melalui mitranya di China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).

Amerika Serikat (AS) akan segera melakukan investigasi teknikal terhadap penggunaan cip buatan China itu.

Dikutip Antara, Selasa (12/9/2023), peluncuran Huawei terbaru ini di tengah kunjungan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo ke China. Peluncuran ini seperti “menampar” AS yang melarang China menggunakan cip buatan AS.

RelatedPosts

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Indonesian Businessman Sues Bank Mandiri for IDR6.5 Billion Over Withheld Land Certificates

“Saya akan menahan komentar mengenai cip tertentu yang dimaksud, sampai kita mendapatkan lebih banyak informasi tentang karakter dan komposisinya,” kata penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan dalam konferensi pers belum lama ini.

Pada Mei 2018 Mei, Presiden AS saat itu Donald Trump mengeluarkan kebijakan melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dari siapa pun karena dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.

Meski tidak secara eksplisit, langkah Trump itu secara luas dipandang ditujukan kepada Huawei. Pada hari yang sama Departemen Perdagangan menempatkan Huawei dan 70 afiliasinya dalam “Daftar Entitas”, sebagai daftar hitam yang melarang perusahaan di dalamnya membeli suku cadang dan komponen dari perusahaan AS.

Keputusan pemerintah AS ini sebagian disebabkan oleh meningkatnya perang dagang antara AS dan Tiongkok. Namun hal ini juga terkait dengan kekhawatiran mengenai tuduhan mata-mata oleh Huawei dan ancaman keamanan nasional lainnya.

Kirin 9.000s

Huawei berupaya mengurangi ketergantungan pada suku cadang AS dengan mengembangkan cip sendiri bersama mitra lokalnya, SMIC.

Kirin 9.000s menjadi cip pertama di tengah upaya Huawei keluar dari tekanan AS. Hal ini mengundang perhatian pihak internasional. Ini juga menandai langkah besar kedua Huawei setelah sebelumnya memilih tidak menggunakan Android secara utuh, tetapi mengembangkan sistem operasi sendiri bernama Harmony.

Cip Kirin 9.000s dikembangkan Huawei bersama SMIC melalui pemrosesan teknologi canggih 7 nanometer (nm), menurut TechInsights yang berkantor pusat di Ottawa sebagaimana diberitakan oleh Japan Times.

Temuan dan klaim para pengguna awal mengenai kinerja ponsel yang kuat menunjukkan bahwa China sedang membuat kemajuan dalam pengembangan cip kelas atas, bahkan ketika Washington meningkatkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan China.

Hal itu menunjukkan bahwa kemajuan teknis telah dicapai oleh industri semikonduktor Tiongkok tanpa alat EUV. Adapun EUV mengacu pada litografi ultraviolet ekstrem dan digunakan untuk membuat cip 7 nm atau yang lebih canggih.

Huawei Mate 60 Pro dibekali layar OLED 6,8 inci 120Hz yang melengkung di bagian samping dan memiliki pemindai sidik jari optik di bawahnya. Sementara bagian belakang kaca dengan sistem kamera tiga lensa menonjol yang ditempatkan dalam susunan melingkar.

Ponsel ini dibekali RAM 12 GB dan baterai 5.000 mAh. Adapun penyimpanan internal bisa sampai 1 terabyte. Huawei Mate 60 Pro dijalankan dengan sistem operasi HarmonyOS 4.0. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Huawei
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.