• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS Temukan Perdagangan Barang Palsu di Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
12 Juta Pengguna Baru E-Commerce Lahir di Indonesia di Masa Pandemi

E-commerce. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – The Office of the United States Trade Representative (USTR) atau Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat menemukan pelanggaran besar pada tiga startup Indonesia diantaranya Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia.

Dalam dokumen USTR berjudul 2021 Review of Notorious Markets for Counterfeiting and Piracy (the Notorious Markets List) yang dimonitor, Rabu (23/2/2022), ketiga startup Indonesia tersebut masuk dalam daftar pengawasan terkait dengan penjualan atau penyediaan barang palsu dan aktivitas pembajakan.

Laporan yang dirilis pada 17 Februari 2022 tersebut merupakan hasil pantauan dari pemerintah Amerika Serikat sepanjang 2021. Adapun dalam laporan tersebut terdapat 42 perusahaan atau platform digital yang sedang dalam pengawasan.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Laporan tersebut menyebut platform e-commerce asal Indonesia, Bukalapak, dengan 100 juta pengguna aktif dan 6,5 juta mitra penjual, diduga menjual banyak barang tiruan atau palsu dari brand ternama.

Para pemegang lisensi dan hak cipta melihat sebagian besar produk bermerek yang dijual di Bukalapak adalah palsu dan tidak jarang secara terbuka dilabeli sebagai barang replika atau tiruan.

Bukalapak baru-baru ini telah melakukan beberapa peningkatan sistem anti-pemalsuan, termasuk pemeriksaan atau verifikasi status penjual dan mekanisme takedown. Namun, dikatakan bahwa para pemegang hak cipta dan lisensi khawatir prosedur tersebut tidak cukup kuat untuk mencegah penjualan barang palsu.

Selain itu, laporan tersebut mengungkapkan, para penjual yang terbukti menjual barang palsu (setelah akun dibekukan) dapat terus beroperasi dengan membuat banyak akun baru.

Para pemegang lisensi dan hak cipta menilai Bukalapak kurang proaktif dalam memberantas pemalsuan. Hal itu nampak dari lambatnya proses penghapusan atau penindakan akun yang terbukti memalsukan barang. Selain itu juga karena kurangnya transparansi dengan para brand mengenai status dan hasil laporan pemalsuan yang mereka ajukan.

Laporan tersebut juga mengatakan, Shopee memiliki masalah serupa, yaitu tingkat penjualan barang palsu atau hasil pembajakan yang sangat tinggi, terkecuali di platform Shopee yang tersedia untuk wilayah Taiwan. Selain itu, Shopee terkesan tidak menghalangi penjualan barang palsu atau hasil pembajakan. Hal itu diperparah dengan lambatnya sistem pelaporan dan penindakan dari Shopee.

Adapun seperti Bukalapak, laporan tersebut mengatakan, di platform Tokopedia banyak ditemukan barang palsu. Barang tiruan dan bajakan yang paling banyak ditemukan adalah dari jenis pakaian, kosmetik dan aksesori palsu, buku bajakan, dan materi berbahasa Inggris bajakan. (ATN)

Tags: BukalapakE-commerceShopeeStartup IndonesiaThe Office of the United States Trade RepresentativeTokopedia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.