• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Kompak Tolak Klaim China di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Upaya China untuk mendapatkan dukungan negara-negara ASEAN terkait klaim teritorialnya di Laut China Selatan tertutup sudah.

Pasalnya, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menolak segala bentuk klaim China dan meminta China untuk mematuhi hukum laut internasional (United Nations Convention on The Law of the Sea/UNCLOS) 1982.

Sikap bersama ASEAN ini sebagai perwujudan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan dan meredam konfrontasi antara Amerika Serikat dan China di Laut China Selatan (LCS) di tengah wabah Covid-19 saat ini.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan hal ini menjadi salah satu poin utama pertemuan 10 anggota negara ASEAN dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM) ke-53 pada Rabu (9/9/2020).

ASEAN kembali menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, terutama di wilayah Laut China Selatan.

“Oleh karena itu, hukum internasional yang sudah dikenal universal, termasuk UNCLOS 1982, harus dihormati dan diterapkan,” jelas Retno, dikutip Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh menegaskan ASEAN akan mempertahankan posisi yang berprinsip, menahan diri, dan mengutamakan penyelesaian secara damai semua sengketa berdasarkan hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

“ASEAN akan terus mempromosikan implementasi DOC secara penuh dan serius akan berupaya merumuskan COC yang efektif dan substantif sesuai hukum internasional dan UNCLOS 1982,” ungkapnya saat pidato pembukaan.

DOC adalah Declaration on the Conduct of Parties in the South Chinese Sea merupakan dokumen hubungan Asean – China terkait LCS. Sementara COC adalah kode etik yang mengatur poin negosiasi terkait LCS.

Dia menegaskan ASEAN akan terus aktif berkontribusi dan mempromosikan perannya dalam upaya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Selain soal kepatuhan terhadap hukum laut internasional, ASEAN juga menggarisbawahi tentang pentingnya kerja sama kesehatan dan ekonomi dengan China. (ATN)

Tags: AseanIndo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.