• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Memainkan Peran Kunci Ciptakan Stabilitas di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
June 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia memandang, ASEAN Memainkan peran kunci dalam menciptakan stabilitas di Laut China Selatan (LCS).

Karena itu, Indonesia mendorong negosiasi Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan agar dimulai kembali. Negosiasi ini terhenti karena terkendala pandemi Covid-19.

“Indonesia mendorong agar negosiasi CoC yang terhenti karena pandemi untuk dimulai lagi, karena kita meyakini bahwa CoC akan berkontribusi dalam penciptaan environment di Laut China Selatan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Retno mengungkapkan tersebut dalam Pertemuan Informal Menteri Luar Negeri ASEAN (IAMM) yang digelar secara virtual. Selain itu, Retno menambahkan ada tiga hal yang disampaikan Indonesia dalam pertemuan tersebut terkait Laut China Selatan.

Pertama, mengenai rivalitas antara kekuatan besar di Laut China Selatan.

“Indonesia menyampaikan penting bagi ASEAN untuk terus mengirim pesan ke semua pihak agar berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan,” kata Retno.

Dia menegaskan bahwa kolaborasi dan kerja sama harus selalu dikedepankan untuk penyelesaian masalah di perairan tersebut.

Poin kedua, Indonesia menyampaikan penyelesaian klaim di antara negara yang memiliki wilayah di wilayah itu.

Retno mengungkapkan bahwa negosiasi di antara negara-negara klaim menjadi kunci.

Dan yang ketiga, mengenai klaim sembilan garis putus oleh China.

“Indonesia menyampaikan bahwa ASEAN penting menunjukkan solidaritas mengenai penghormatan prinsip-prinsp hukum internasional termasuk UNCLOS 1982, termasuk mekanisme yang diatur dalam PCA,” jelasnya.

Retno juga membahas mengenai masalah situasi di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang merupakan rumah bagi para pengungsi etnis Rohingya.

Pertemuan virtual ini terdiri dari tiga sesi. Retno menjelaskan pertemuan tersebut dilakukan sekitar lima jam.

Biasanya dalam pertemuan fisik, IAMM dilakukan dalam bentuk working dinner. Namun, kata Retno, pandemi covid-19 mengharuskan pertemuan dilakukan secara virtual. (AT Network)

Tags: AseanLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.