• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Atasi Kebakaran Amazon, Negara G7 Kucurkan Rp313 Miliar

by Redaksi Asiatoday
August 27, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Atasi Kebakaran Amazon, Negara G7 Kucurkan Rp313 Miliar

Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan Amazon. Foto : Ist

ASIATODAY.ID, BIARRITZ – Pemimpin negara-negara anggota G7 telah setuju untuk menyediakan bantuan logistik dan finansial untuk membantu menghentikan kebakaran yang terjadi di hutan hujan Amazon. Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa negara-negara G7 akan mengucurkan bantuan sebesar USD22 juta atau setara Rp313 miliar untuk tujuan itu.

Langkah itu diambil menyusul peningkatan besar dalam jumlah kebakaran hutan yang terjadi di Amazon sepanjang 2019. Berdasarkan data Lembaga Penelitian Luar Angkasa Nasional Brasil (Inpe), jumlah kebakaran yang terjadi tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut kebakaran hutan Amazon adalah sebuah krisis internasional dan mendesak negara-negara G7 menjadikan isu itu sebagai bahasan utama dalam KTT di Biarritz, Prancis akhir pekan lalu.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

BBC, Selasa (27/8/2019) melaporkan, janji pendanaan untuk mengatasi kebakaran di Amazon diumumkan ketika para pemimpin G7, yang terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat (AS), bertemu di Biarritz.

Macron mengatakan dana itu akan tersedia “segera” – terutama untuk membayar lebih banyak pesawat pemadam kebakaran – dan bahwa Prancis juga akan “menawarkan dukungan konkret dengan militer di kawasan itu dalam beberapa jam mendatang”.

Namun, Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan rencana Macron tentang “aliansi” untuk “menyelamatkan” Amazon memperlakukan Brasil “seolah-olah kita adalah sebuah koloni atau tanah tanpa pemerintahan”.

Bolsonaro menuduh Macron telah meluncurkan “serangan tidak masuk akal dan sembrono terhadap wilayah Amazon”, dan “menyembunyikan niatnya di balik gagasan ‘aliansi’ negara-negara G7”.

Di Twitter Bolsonaro mengatakan bahwa kedaulatan Brasil harus dihormati dan mengatakan bahwa telah melakukan pembicaraan dengan presiden Kolombia mengenai perlunya “rencana bersama” dari negara-negara yang benar-benar membentuk kawasan Amazon.

Terlepas dari komentar Bolsonaro, Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Ricardo Salles, mengatakan kepada wartawan bahwa bantuan dana dari G7 itu disambut baik, demikian dilaporkan Reuters.

Parahnya tingkat kebakaran di Amazon dan respons yang diambil pemerintah Brasil telah memicu protes dan kritik global.

Menurut Inpe, lebih dari 75.000 kebakaran telah tercatat di Brasil sejauh ini pada 2019, sebagian besar di antaranya terjadi di wilayah Amazon.

Ratusan Titik Api Baru

Sementara itu, ratusan titik api baru bermunculan di hutan Amazon, Padahal, saat ini militer Brasil tengah berusaha keras memadamkan api.

Akibat munculnya ratusan titik api ini, asap dari Amazon menyelimuti kota Porto Velho dan juga memaksa penutupan bandara setempat selama hampir dua jam.

“Situasi saat ini seolah membuat kami semua menjadi perokok pasif,” kata Kepala Rumah Sakit Anak-Anak di Porto Velho, Sergio Pereira.

Pereira mengatakan akibat kebakaran Amazon, pihaknya menerima banyak pasien yang mengeluhkan masalah pernapasan. “Asapnya bisa sangat agresif dan yang paling terpengaruh adalah anak-anak dan orang tua,” imbuh dia.

Dua pesawat Hercules C-130 yang membawa ribuan liter air mulai dikerahkan ke Amazon pada akhir pekan kemarin. Mereka menyiramkan air ke Si Jago Merah yang berkobar di hutan hujan terbesar di dunia itu.

Sebanyak 44.000 personel militer Brasil dikerahkan untuk melawan api di Amazon, hutan yang juga disebut sebagai paru-paru Bumi. “Pasukan kami menuju enam negara bagian untuk memadamkan api,” kata Menteri Pertahanan Federal Brasil, Fernando Azevedo.

Enam negara bagian tersebut adalah Roraima, Rondonia, Tocantins, Para, Acre, dan Mato Grosso. Misi pertama, kata Azevedo, dilakukan sekitar 700 tentara di sekitar Porto Velho, ibu kota Rondonia. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: G7Kebakaran Hutan AmazonKebakaran Hutan dan Lahan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.