• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Australia Darurat Kebakaran Hutan, Warga Diminta Mengungsi

by Redaksi Asiatoday
November 12, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Australia Darurat Kebakaran Hutan, Warga Diminta Mengungsi

Kebakaran hutan di Australia. Dok

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Pemerintah Kota Queensland dan New South Wales di Australia mengumumkan keadaan darurat pada Senin. Wilayah timur Negeri Kanguru tersebut bersiap untuk bencana kebakaran.

Penduduk yang berada di daerah-daerah yang memiliki risiko bencana terbesar, diminta segera mengungsi sebelum kondisi memburuk pada Selasa.

Setidaknya, tiga orang tewas dan lebih dari 150 rumah hancur selama akhir pekan akibat kebakaran hutan di New South Wales utara dan Queensland.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Anggota parlemen mengatakan, “Karena keadaan darurat, kami memaksa evakuasi, menutup jalan serta menutup utilitas dan tetap di lokasi selama tujuh hari.”

“Semua orang harus waspada di mana pun Anda berada dan secepatnya mengungsi. Kami tidak bisa membiarkan kejadian buruk terjadi,” kata Premier NSW, Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

Pihak berwenang juga telah memberi peringatan bahaya kebakaran besar di Sydney. Suhu di Sydney akan melonjak pada Selasa hingga lebih dari 34 derajat Celcius dengan angin kencang dan kering.

Komisaris Pemadam Kebakaran NSW (RFS), Shane Fitzsimmons mendesak orang untuk mengungsi sebelum kondisinya memburuk. Dia memperingatkan bahwa kebakaran baru dapat terjadi hingga 20 kilometer menambah kerusakan akibat kebakaran yang sudah terjadi sebelumnya.

“Pergilah sementara ke tempat yang aman untuk menghindari kondisi buruk terjadi akibat kebakaran,” ujarnya sebagaimana dikutip dari The Star, Senin (11/11/2019).

Pihak berwenang menekankan bahwa bahkan rumah yang tahan api tidak akan mampu menahan kondisi bencana kebakaran tersebut.

Fitzsimmons mengatakan 400 petugas pemadam kebakaran dan tambahan 50 truk sedang dikerahkan ke NSW dari Victoria untuk membantu pemerintah setempat menangani 18 kebakaran di seluruh lokasi kebakaran.

Pada Februari 2009, kebakaran hutan terburuk terjadi di Australia. Tercatat ribuan rumah hancur di Victoria dan menewaskan 173 orang serta melukai 414 pada hari yang dijuluki ‘Black Saturday’.

Kebakaran saat ini, terjadi beberapa minggu sebelum musim panas di belahan bumi Selatan, membuat kebijakan pemerintah konservatif Australia mencari cara mengatasi perubahan iklim. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AustraliaClimate ChangeClimate CrisisKebakaran Hutan dan LahanKerjasama Indonesia-Australia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.