• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Badan Geologi Ungkap Penyebab Gempa Yogyakarta

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Badan Geologi Ungkap Penyebab Gempa Yogyakarta

Peta Pusat Gempa Bumi di Yogyakarta. Dok Badan Geologi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya dikejutkan guncangan gempa dengan maginituda 6.0 Scala Richter (SR) dengan kedalaman 10 km, pada Kamis (8/6/2023), pukul 00:04:55 WIB.

Menurut Badan Geologi, gempa yang berpusat di Samudera Hindia pada koordinat 9,15 LS dan 110,69 BT tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif pada zona prismatik akresi dengan mekanisme sesar naik dan berarah relatif barat laut – tenggara.

“Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 8 Juni 2023, pukul 00:04:55 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 9,15 LS dan 110,69 BT, dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 132,2 km selatan Kota Wonosari, Provinsi DIY dan 114,6 km selatan – barat daya Kota Kota Pacitan, Provinsi Jawa Timur,” ujar Kepala Badan Geologi Sugeng Mujiyanto di Bandung, dikutip Jumat (9/6/2023).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi tersebut, dijelaskan Soegeng, terjadi pada wilayah yang terletak dekat dengan lokasi pusat gempa bumi adalah pantai selatan Provinsi DIY dan Jawa Timur. Wilayah tersebut pada umumnya merupakan morfologi dataran pantai yang berbatasan pada bagian utara dengan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Secara umum wilayah tersebut tersusun oleh dominan tanah keras/batuan lunak (kelas C) dan sebagian lagi merupakan tanah sedang (kelas D) dan tanah lunak (kelas E).

“Batuan daerah terdampak tersebut tersusun dari batuan berumur Tersier yang terdiri dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api dan endapan. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi,” jelas Sugeng.

“Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif pada zona prismatik akresi dengan mekanisme sesar naik dan berarah relatif barat laut – tenggara,” lanjut Sugeng.

Hingga kini diinformasikan, kejadian gempa ini tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Guncangan gempa bumi terasa cukup luas di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di daerah selatan Yogyakarta terasa pada skala intensitas IV – V MMI (Modified Mercally Intensity), di Pacitan dan Ponorogo pada skala IV MMI.

“Kejadian gempa bumi tersebut tidak menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami meski daerah pantai selatan Jawa tergolong rawan bencana tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 meter,” ungkap Sugeng.

Badan Geologi menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

“Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang kekuatannya lebih kecil. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi,” pungkas Sugeng. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Gempa BumiGempa Yogyakarta
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.