• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bagaimana Nasib 1,6 Juta Korban PHK di Indonesia?

by Redaksi Asiatoday
April 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bagaimana Nasib 1,6 Juta Korban PHK di Indonesia?

Kepala BNPB dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Doni Monardo. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mencatat, ada 1,6 juta tenaga kerja yang mengalami nasib Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi covid-19.

Presiden Joko Widodo telah mengetahui hal itu dan telah menugaskan kementerian terkait untuk memberikan mereka Kartu Prakerja.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona (COVID-19) Doni Monardo mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2020).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Presiden telah menugaskan Kementerian terkait untuk segera memberikan kartu prakerja kepada para korban PHK. Selain itu, dalam minggu ini program Bantuan Sosial (Bansos) juga dilaksanakan sehingga masyarakat terdampak mendapat dukungan. Selain itu, sejumlah tenaga kerja kita yang berada di Malaysia juga segera diperhatikan,” papar Doni.

Sedangkan untuk warga yang berasal dari luar Jakarta tetapi tidak mendapat bansos, Presiden Jokowi meminta kepada Kapolri untuk memberikan dukungan.

Sebelumnya, pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp40,4 triliun khusus untuk bantuan sosial berupa paket sembako dan tunai. Rinciannya, sebanyak Rp2,2 triliun akan diberikan khusus untuk warga Jakarta.

Anggaran itu akan bagi kepada 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta kepala keluarga di Ibu Kota. Besaran bansos yang diberikan sekitar Rp600 ribu per bulan.

Kemudian, Rp1 triliun untuk warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Nantinya, anggaran itu akan diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau sekitar 576 ribu kepala keluarga.

Total paket yang diberikan Rp600 ribu per kepala keluarga. Bansos akan diberikan mulai April hingga Juni 2020.

Lalu, Rp16,2 triliun untuk warga di luar Jabodetabek. Bansos merupakan bantuan langsung tunai (BLT) yang akan disalurkan ke warga yang tidak menerima program keluarga harapan (PKH) maupun bansos sembako.

Kemudian, Rp21 triliun dialokasikan untuk bantuan sosial di desa. Program ini diambil dari anggaran Dana Desa.

Bantuan diharapkan dapat memenuhi daya beli masyarakat. Bantuan ini diprioritaskan untuk buruh pabrik, pekerja informal, pedagang kecil, sopir taksi, dan online. (ATN)

Tags: Corona IndonesiaCOVID-19PHK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.