• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bahas Kebijakan Dagang, Indonesia Gelar Pertemuan dengan WTO

by Redaksi Asiatoday
December 24, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bahas Kebijakan Dagang, Indonesia Gelar Pertemuan dengan WTO

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar RI untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Syamsul Bahri mengungkapkan WTO akan mencermati aspek kebijakan dan program prioritas perdagangan
internasional Indonesia dalam Trade Policy Review (TPR) Indonesia ke-7 di WTO, yang akan diadakan pada 2-4 November 2020.

Hal tersebut juga diungkapkan perwakilan TPR Division (TPRD) WTO Sergio Stamnas, saat berkunjung ke Jakarta. Pada kunjungan itu, TPRD WTO sekaligus bertemu dengan perwakilan kementerian/lembaga, BUMN dan asosiasi.

TPR merupakan sebuah mekanisme transparansi di WTO untuk meninjau perkembangan serta capaian kebijakan perdagangan dan terkait perdagangan anggota WTO dalam periode waktu yang telah ditentukan. Indonesia mendapat giliran tinjauan setiap tujuh tahun sekali.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Perwakilan TPRD mengatakan TPR bukan wadah untuk menghakimi dan menyengketakan kebijakan anggota WTO. TPR bertujuan menelaah kemajuan anggota WTO dari aspek kebijakan dan program prioritas yang mendukung perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” terang Syamsul, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/12/2019).

Syamsul menjelaskan, pada pertemuan tersebut dibahas perkembangan dan capaian kebijakan lintas sektoral Pemerintah Indonesia di bidang perdagangan selama 2014-2019. Ia menyampaikan tinjauan kebijakan anggota WTO berdasarkan laporan yang dibuat Sekretariat WTO dan laporan pemerintah.

“Kita perlu secara cermat melihat laporan yang akan disusun Sekretariat WTO dan memberikan masukan sehingga laporan tersebut lebih lengkap dan objektif,” jelas Syamsul.

Direktur Perundingan Multilateral Kementerian Perdagangan Dandy Satria Iswara menambahkan pada prinsipnya proses TPR adalah keterbukaan informasi dan penjelasan kebijakan. Nantinya, setiap anggota WTO diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan kepada Indonesia.

“Tentu ni merupakan kesempatan yang sangat baik menyampaikan keberhasilan-keberhasilan Pemerintah Indonesia di bidang perdagangan kepada para anggota WTO,” tandas Dandy. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kemendag RIWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.