• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bangladesh Siap Impor 330 Ribu Ton Beras dari Vietnam dan India

by Redaksi Asiatoday
August 30, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Di Bangladesh, Angka Bunuh Diri Lebih Tinggi Dibanding Kematian Covid-19

Kota Dhaka, Bangladesh. Dok

ASIATODAY.ID, DHAKA – Bangladesh siap mengimpor beras dari Vietnam dan India sebanyak 330.000 ton.

Langkah Bangaldesh ini untuk mengisi kembali cadangan dan mendinginkan harga domestik.

Melonjaknya harga bahan pokok bagi 165 juta penduduk Bangladesh menimbulkan masalah bagi pemerintah, yang berencana untuk memperluas penjualan beras dengan potongan harga untuk membantu orang-orang yang terkena dampak biaya tinggi.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Bangladesh akan membeli 100.000 ton beras pratanak dari perusahaan sektor publik India dan 200.000 ton beras pratanak dan 30.000 ton beras putih dari Vietnam,” kata pejabat pemerintah, menurut laporan Reuters, Senin (29/8/2022).

Menurut para pejabat, harga beras pratanak dari Vietnam akan menjadi US$ 521 (Rp 7,7 juta) per ton dan beras putih US$ 494 (Rp 7,3 juta) per ton. Dia berbicara tanpa menyebut nama karena kesepakatan tersebut belum diumumkan.

Harga beras dari negara tetangga India akan menjadi US$ 443,50 (Rp 6,63 juta) per ton melalui pelabuhan laut dan US$ 428,50 (Rp 6,4 juta) per ton melalui kereta api, kata para pejabat. Semua harga sudah termasuk ongkos angkut, asuransi dan biaya bongkar.

“Persiapan sedang dilakukan untuk menandatangani kesepakatan segera,” kata salah satu pejabat, menambahkan beras akan dikirimkan dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah penandatanganan.

Pemerintah Bangladesh juga mengadakan pembicaraan dengan Myanmar untuk mengimpor beras, kata para pejabat, mengesampingkan keretakan atas krisis pengungsi Rohingya.

Bangladesh minggu ini memangkas bea masuk beras menjadi 15 persen dari 25 persen, memotongnya untuk kedua kalinya sejak Juli dalam upaya untuk meningkatkan impor swasta.

Rencana impor beras swasta, bagaimanapun, menghadapi kemunduran dengan hanya membeli 36.000 ton sejak Juli, setelah pemerintah mengizinkan pedagang swasta untuk mengimpor hampir 1 juta ton biji-bijian pokok setelah memangkas bea masuk menjadi 25,0 persen dari 62,5 persen.

Pemerintah akan mulai menjual beras dengan harga lebih murah untuk 5 juta keluarga miskin dan memperluas penjualan tersebut mulai September, dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan harga domestik, yang melihat kenaikan lagi setelah menaikkan harga minyak domestik awal bulan ini. (ATN)

Tags: BangladeshKetahanan Pangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.