• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Berburu Nikel dan Kobalt di Greenland untuk Bahan Baku Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NASA Terbangkan Satelit Monitoring Kenaikan Permukaan Air Laut Global

Lapisan es di Greenland. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para pebisnis kaya dunia mulai melakukan pencarian nikel di kawasan greenlnd untuk bahan baku kendaraan listrik.

Perusahaan eksplorasi mineral KoBold Metals, yang didukung oleh miliarder termasuk Jeff Bezos dan Bill Gates mengatakan pada Kamis akan memulai pengeboran di Greenland untuk mencari bahan-bahan penting yang digunakan dalam kendaraan listrik.

“Kami mencari deposit nikel dan kobalt terbesar pertama atau kedua terbesar di dunia,” ujar CEO Kobold Metals, Kurt House, dikutip dari mining.com Rabu (17/8/2022).

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

KoBold, yang menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk berburu bahan mentah, tahun lalu mengamankan 51% saham di proyek Disko-Nuussuaq di pantai barat Greenland, yang dioperasikan oleh Bluejay Mining yang terdaftar di London.

Dalam eksplorasi itu, Kobold menggandeng Bluejay Mining dengan melibatkan 30 orang. Mereka terdiri dari ahli geologi, ahli geofisika, juru masak, pilot, dan mekanik.

Kru bertugas mengambil sampel tanah dan mengukur medan elektromagnetik di bawah permukaan tanah. Selain itu, menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menentukan denah.

Usaha patungan tersebut akan menggunakan drone untuk membuat survei magnetik resolusi tinggi di daerah tersebut dan berencana untuk mengebor total 3.000 meter tahun ini hingga kedalaman antara 150 dan 400 meter di mana logam berada.

“Tujuannya adalah untuk menargetkan kelompok logam nikel, tembaga, kobalt, dan platinum yang sangat besar,” kata Kepala Eksekutif Pertambangan Bluejay Bo Stensgaard.

Stensgaard menambahkan perubahan iklim yang membuat periode bebas es di laut lebih lama bisa membantu tim dalam pengiriman alat berat dan distribusi logam ke pasar global dengan lebih mudah.

“Tapi, secara umum, perubahan iklim secara keseluruhan telah membuat eksplorasi dan penambangan di Greenland lebih mudah dan lebih mudah diakses,” kata dia.

Kobalt dan nikel adalah komponen penting baterai EV dan elektronik konsumen. Namun, ketersediaan mineral semacam itu semakin langka, memicu perlombaan untuk mengamankan pasokan dengan mendiversifikasi sumbernya.

Sehingga perusahaan besar Kobold yang investor utamanya termasuk Breakthrough Energy Ventures, dana iklim dan teknologi yang didukung oleh salah satu pendiri Microsoft Bill Gates, pendiri Bloomberg Michael Bloomberg, dan pendiri Amazon Jeff Bezos mengumpulkan $192,5 juta yang akan digunakan untuk menemukan materi penting tersebut.

Pemerintah Denmark dan Greenland juga telah membuka diri untuk kegiatan eksplorasi ini. Tetapi tetap menerapkan standar lingkungan dalam aktivitas pencarian dan produksi mineral.

“Pemerintah Greenland mendukung pengembangan sumber daya alam mereka yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan layak secara ekonomi untuk mencakup penambangan berbagai mineral,” ujar Sfraga. (ATN)

Tags: GreenlandIndustri Kendaraan ListrikKobaltNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.