• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Biaya Logistik Paling Mahal di ASEAN, Investor Kurang Lirik Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 17, 2019
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bangun Infrastruktur Energi, Indonesia Siap Gandeng Investor Rusia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui biaya logistik di Indonesia memang belum efisien. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, biaya logistik di Indonesia masih lebih mahal.

“Biaya logistik masih tinggi yakni terhadap PDB 24 persen, maka susah untuk investasi baru di Indonesia,” terang Bambang di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Padahal negara-negara ASEAN lainnya seperti Vietnam biaya logistiknya hanya 20 persen dari PDB, Thailand 15 persen, dan Malaysia 13 persen. Sementara itu, biaya logistik di negara maju seperti Jepang jauh lebih rendah lagi, yaitu hanya sekitar 8 persen dari PDB.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Menurut Bambang, mahalnya biaya logistik tentu akan memberatkan bagi para pengusaha. Karena biaya yang dikeluarkan lebih banyak, pengusaha hanya mendapat keuntungan yang sedikit. Bahkan bisa saja mereka beralih ke biaya logistik yang lebih murah.

“Ini tetu harus jadi perhatian kedepan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan Carmelita Hartoto menyebut mahalnya biaya logistik masih menjadi pekerjaan rumah. Menurutnya pemerintah perlu bekerja sama dengan dunia usaha untuk menciptakan biaya logistik yang lebih efisien.

“Pastinya akan berdampak pada daya saing kinerja kita. Untuk itu perbaikan kinerja logistik nasional tidak bisa hanya melihat kesuksesan negara lain tapi harus mencari solusi dan berbenah dengan mengikuti perkembangan teknologi,” ungkapnya. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: AseanInvestasi Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.