ASIATODAY.ID, JAKARTA – Produsen CPO (Crude Palm Oil) di Indonesia PT Eagle High Plantation Tbk. masih optimis ditengah wabah virus corona yang bisa berdampak terhadap perlambatan ekonomi China.
Selain memperkuat pasar domestik, perusahaan juga kini membidik pasar di India.
Menurut Head of Investor Relations Eagle High Plantations Sebastian Sharp, sejauh ini permintaan terhadap produk perseroan didominasi domestik. Sementara untuk pasar ekspor, permintaan datang dari India.
“Permintaan ekspor lebih banyak datang dari India dan domestik Indonesia,” kata Sebastian melalui keterangannya, Selasa (11/2/2020).
Menurut Sebastin, tingginya permintaan tercermin dari harga CPO yang berada di kisaran 2.800 ringgit Malaysia per ton.
Impor CPO dari China memang sempat deras dalam periode 2000 hingga 2012. Namun setelah itu permintaan CPO dari China hanya tumbuh tipis. Dilansir dari indexmundi.com, tahun lalu India diestimasi menjadi importir CPO terbesar di dunia.
Berdasarkan laporan keuangan BPWT per September 2019, perseroan meraup pendapatan penjualan sebanyak Rp1,73 triliun. Pendapatan berasal minyak sawit, inti kernel, dan tandan buah segar. PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk. dan Wilmar Nabati menjadi penyumbang pendapatan signifikan bagi perseroan, masing-masing sebesar 25 persen dan 18 persen. (ATN)
,’;\;\’\’
