• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bulgaria Tolak Sanksi Baru Uni Eropa Embargo Minyak Rusia

by Redaksi Asiatoday
May 9, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Bulgaria Tolak Sanksi Baru Uni Eropa Embargo Minyak Rusia 1

Negeri Bulgaria. Dok

ASIATODAY.ID, SOFA – Bulgaria menolak sanksi baru Uni Eropa terhadap embargo minyak Rusia jika negara Balkan itu tidak mendapat pengurangan dari usulan larangan membeli minyak Rusia. Demikian ditegaskan Wakil Perdana Menteri Assen Vassilev pada Minggu (8/5/2022) malam.

Pemerintah Uni Eropa pada Minggu (8/5/2022) bergerak lebih dekat untuk menyetujui sanksi keras terhadap Rusia atas invasi ke Ukraina, tetapi menjadwalkan pembicaraan lebih lanjut pada Senin untuk mengetahui bagaimana memastikan negara-negara yang paling bergantung pada energi Rusia dapat mengatasinya.

“Pembicaraan akan berlanjut besok, Selasa (10/2/2022), pertemuan para pemimpin mungkin diperlukan untuk menyimpulkannya. Posisi kami sangat jelas. Jika ada pengurangan untuk beberapa negara, kami ingin mendapatkan pengurangan juga,” Vassilev kepada televisi nasional BNT.

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

“Jika tidak, kami tidak akan mendukung sanksi. Tapi saya tidak berharap sampai itu, berdasarkan pembicaraan saat ini,” katanya.

Hungaria yang terkurung daratan, Slowakia, dan Republik Ceska, yang semuanya sangat bergantung pada minyak mentah Rusia yang dikirim melalui jaringan pipa era Soviet menghadapi tantangan untuk mengamankan sumber-sumber alternatif dan telah meminta pengurangan larangan tersebut. Bulgaria juga telah meminta pengurangan.

Komisi Eropa mengusulkan perubahan pada Jumat (6/5/2022) untuk embargo awal yang direncanakan pada minyak Rusia untuk memberi tiga negara lebih banyak waktu untuk mengalihkan pasokan energi mereka, sementara Bulgaria tidak ditawari konsesi, kata sumber Uni Eropa.

Vassilev mengatakan, Bulgaria juga perlu mendapatkan pengurangan, karena satu-satunya kilang di pelabuhan Laut Hitam Burgas membutuhkan waktu untuk meningkatkan fasilitas de-sulfurisasi yang diperlukan untuk beralih ke pemrosesan hanya minyak mentah non-Rusia.

Kilang Neftochim Burgas, yang dimiliki  LUKOIL Rusia adalah penyedia bahan bakar yang dominan di negara Balkan, yang termiskin di blok 27-anggota. Saat ini, setengah dari minyak yang diprosesnya berasal dari Rusia.

“Kurangnya pengecualian akan menimbulkan risiko lingkungan yang serius ke wilayah Burgas atau memaksa kilang minyak untuk mengurangi pemrosesan, yang akan menciptakan defisit dan selanjutnya meningkatkan harga bahan bakar,” tandasnya. (Reuters)

Tags: BulgariaRusiaUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.