• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bumi Makin Panas, Paus Desak Negara di Dunia Hormati Kesepakatan Iklim Paris

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Umat Islam di Roma Dapat Bantuan Rp16 Miliar dari Paus Fransiskus

Paus Fransiskus. Dok

ASIATODAY.ID, VATICAN CITY – Pemanasan global yang semakin parah menjadi kekhawatiran serius bagi Paus Fransiskus. Karena itu, ia mendesak negara-negara di dunia memerangi pemanasan global sesuai dengan kesepakatan iklim Paris 2015.

Paus tampil dan menggunakan pengaruhnya untuk menekankan masalah tersebut, yang termasuk menjadi isu dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Menurut Paus, masyarakat modern telah mendorong planet ini melampaui batasnya dan waktu untuk memperbaiki keadaan darurat iklim sudah hampir habis. 

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Permintaan kita yang terus-menerus untuk pertumbuhan dan siklus produksi dan konsumsi yang tiada henti melelahkan alam. Hutan hilang, tanah lapisan atas terkikis, ladang gagal, gurun bertambah banyak, laut menjadi asam, dan badai meningkat,” kata Fransiskus, Selasa (1/9/2020) dikutip antara.

Dia menyerukan imbauannya dalam sebuah pesan pada hari Gereja Kristen menandai Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan. 

“Kita perlu melakukan segalanya dalam kapasitas kita untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata global di bawah ambang 1,5 derajat Celsius yang diabadikan dalam Perjanjian Iklim Paris, karena melampaui batas itu akan menjadi bencana, terutama bagi komunitas miskin di seluruh dunia,” kata Paus.

Presiden AS Donald Trump telah menjalankan proses menarik AS-penghasil emisi gas rumah kaca nomor 2 dunia setelah China keluar dari perjanjian yang menyatukan negara-negara untuk mengurangi pemanasan global. Trump mengatakan upaya itu terlalu mahal.

Penantangnya untuk kursi kepresidenan, kandidat Partai Demokrat Joe Biden, mengatakan dia akan mengembalikan AS ke peran kepemimpinan dalam perubahan iklim.

Ia secara tegas mengisyaratkan akan memasukkan kembali negara itu dalam negosiasi iklim pada masa depan untuk memajukan tujuan Perjanjian Iklim Paris.

Paus Fransiskus mengatakan hilangnya keanekaragaman hayati, bencana iklim, dan dampak yang tidak proporsional akibat pandemi virus corona pada orang miskin dan kalangan rentan adalah seruan untuk bangun dalam menghadapi keserakahan dan konsumsi manusia yang merajalela. (ATN)

Tags: Climate ChangeClimate CrisisClimate EmergencyDonald TrumpGlobal WarmingJoe BidenPaus FrancisPemanasan Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.