• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Bumi Terperangkap Gelombang Panas, Lautan Es Mencair Makin Cepat

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bumi Terperangkap Gelombang Panas, Lautan Es Mencair Makin Cepat

Karbon dioksida dan efek emisi gas rumah kaca di atmosfer mempercepat mencairnya lautan es di Samudera Arktik. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ahli di dunia terus mendengungkan situasi mengkhawatirkan yang dihadapi oleh planet bumi akibat pemanasan global.

Ketika pencairan lautan es di Samudera Arktik tak bisa dibendung, maka penghuni bumi menghadapi ancaman paling dahsyat.

Setiap tahunnya lapisan es utara atau es laut selalu menyusut pada musim semi dan musim panas dan mencapai batas minimumnya pada bulan September.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pencemaran oleh karbon dioksida dan emisi gas rumah kaca di atmosfer terus memicu laju pemanasan bumi. Bahkan, area yang ditutupi oleh lautan es pada musim panas menjadi semakin kecil.

Efek rumah kaca ini telah menimbulkan perubahan yang sangat cepat terhadap bumi. Bahkan, sejak 1981 kondisi lautan es mulai memburuk hingga 2010.

“Sebuah peristiwa bersejarah sedang berlangsung di Arctic. Kita harus memperhatikan indikator perubahan iklim ini,” kata Zack Labe, ilmuwan atmosfer di Colorado University yang melacak peristiwa di Arktik, dikutip dari Live Science pada Sabtu (31/10/2020).

Labe kemudian membagikan diagram terkait bagaimana es laut bertambah dan menyusut di Laut Laptev, wilayah Samudra Arktik di utara Siberia antara 1979 hingga saat ini 2020.

Es laut Laptev menyusut jauh lebih awal pada 2020 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan mencapai titik terendah pada akhir Agustus dengan lapisan es laut bahkan tidak mulai kembali hingga pertengahan Oktober.

Itulah bagian dari kenapa minimum es laut Arktik 2020 memecahkan rekor sebelumnya, menjadi minimum terendah kedua setelah 2012 menurut Pusat Data Salju dan Es Amerika Serikat (NSIDC).

Berdasarkan estimasi NASA kemungkinan minimum tahun 2020 adalah 3,74 juta km². Berarti 2,48 juta km² di bawah rata-rata 1981-2010. Es laut yang telah hilang setara dengan gabungan wilayah Texas, Alaska, dan Carolina Selatan.

NASA mengungkapkan gelombang panas Siberia pada musim semi 2020 memulai musim pencairan es laut Arktik tahun ini lebih awal, degan suhu Arktik yang lebih hangat 8 hingga 10 derajat Celcius dari rata-rata, tingkat es terus menurun.

Es laut yang mencair tidak serta merta menaikkan permukaan air laut karena es tersebut sudah berada di atas permukaan laut.

Namun para peneliti percaya bahwa itu mempercepat laju pemanasan secara keseluruhan. 

“Jika es mencair, maka akan memaparkan lebih banyak air yang menyebabkan permukaan yang lebih gelap menyerap lebih banyak sinar matahari dan menyebabkan pemanasan lebih cepat,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal WarmingPemanasan GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.