• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

CCI Dukung Bisnis Garmen yang Ramah Lingkungan di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
September 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
CCI Dukung Bisnis Garmen yang Ramah Lingkungan di Indonesia

Cotton Council International (CCI). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Cotton Council International (CCI) memperkenalkan sejumlah program yang dapat membantu pelaku industri dalam menghadapi berbagai tantangan industri di tengah pandemi termasuk di Indonesia.

President National Cotton Council (NCC) Gary Adams mengatakan bahwa dalam proses pengawasan rantai pasokan yang semakin ketat dan permintaan yang terus meningkat, U.S. Cotton Trust Protocol menetapkan standar baru untuk kapas yang ditanam secara lebih berkelanjutan.

U.S. Cotton Trust Protocol merupakan pelengkap program-program keberlanjutan yang sudah dibuat sebelumnya dan didesain untuk sejalan dengan lingkungan pembudidayaan massal kapas Amerika Serikat.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Tujuan dari program ini untuk membuktikan, mengukur, dan memverifikasi kredensial keberlanjutan yang terus meningkat dari kapas Paman Sam.

Pihaknya mendukung pertumbuhan bisnis garmen, baik secara global maupun di Indonesia. Adams menjelaskan program U.S. Cotton Trust Protocol sebagai wujud dukungan bagi para pelaku industri tersebut.

“Dengan bergabung dengan program ini, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang diproduksi secara berkelanjutan dan berkualitas, dan bahwa rantai pasokan dari lapangan ke pabrik bebas dari risiko lingkungan dan sosial,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2020).

Selama 35 tahun terakhir, produksi kapas AS telah menggunakan 82 persen lebih sedikit air per bal dan 38 persen lebih sedikit energi, mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen dan mengurangi penggunaan lahan per bal sebesar 31 persen.

Ke depan, Trust Protocol juga memiliki tujuan yang ambisius untuk 2025. Menjelang tahun 2025, Trust Protocol bertujuan memasukkan lebih dari separuh produksi ke dalam program keberlanjutannya.

“Peningkatan efisiensi penggunaan lahan sebesar 31 persen, pengurangan kehilangan tanah sebesar 44 persen, penurunan efisiensi air sebesar 82 persen, energi sebesar 38 persen, dan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen.”

“Jadi, ada rekam jejak di mana kami berada, kami pernah, tapi kami tahu sebagai industri, itu tidak cukup. Kami juga perlu melihat ke depan. Dan sebagai sebuah industri, kami bersatu untuk menetapkan tujuan nasional untuk perbaikan terus-menerus,” terangnya.

Dalam lima tahun mendatang, pihaknya menargetkan peningkatan efisiensi penggunaan lahan naik 13 persen, 30 persen peningkatan karbon tanah, 30 pengurangan kehilangan pengurangan air 18 persen dan pengurangan gas rumah kaca 39 persen yang selaras dengan kesepakatan iklim Paris. (ATN)

Tags: Asia GarmenClimate ChangeCotton Council InternationalGreen BusinessIndustri GarmenPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.