• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

China Akhiri Proyek PLTU Batubara, Emisi Karbon Bisa Turun 646 Juta Ton

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS dan Inggris Apresiasi Komitmen China Akhiri Pendanaan Pembangkit Batu Bara

Emisi karbon dari Pembangkit Listrik Batubara di China. Dok

ASIATODAY.ID, SHANGHAI – China telah berjanji akan mengakhiri pembiayaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di luar negeri.

Dengan demikian, rencana pembangunan PLTU batubara di Asia akan menyusut, dari 65 gigawatt (GW) menjadi 22 GW.

Tidak termasuk program pembangkit listrik berbasis batubara domestik China dan India, saat ini hanya ada 28 PLTU yang sedang dalam pembangunan di seluruh Asia, dengan kurang dari 30% di antaranya telah mendapatkan pendanaan.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) dan Pemantau Energi Global (GEM) mengungkapkan hal itu dalam laporan bersama.

“Setelah benteng terakhir tenaga batubara, sektor tenaga batubara Asia telah menyaksikan gelombang demi gelombang pembatalan pembangkit listrik tenaga batubara,” kata Russell Gray dari GEM, sebagaimana laporan Reuters pada Rabu (10/11/2021).

“Janji China untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batubara di luar negeri akan memicu satu gelombang lagi,” ujarnya.

Laporan CREA dan CEM menyatakan, hampir semua proyek baru pembangkit listrik tenaga batubara di Bangladesh dan Sri Lanka terancam, serta 65% di Indonesia. Namun laporan CREA dan CEM menyebutkan, masih ada sekitar 43 GW PLTU yang sedang dibangun di seluruh Asia.

Presiden Xi Jinping berjanji untuk mengakhiri dukungan China untuk pembangkit listrik tenaga batubara baru di luar negeri saat berpidato di Majelis Umum PBB pada September lalu.

Langkah itu berarti, 99% dari pembiayaan pembangunan global sekarang berkomitmen untuk transisi ke energi bersih.

Menurut Pusat Kebijakan Pengembangan Global Universitas Boston, AS, jika semua PLTU di luar negeri yang dibiayai China, yang sekarang sedang dan akan dibangun dibatalkan, maka bisa mencegah 646 juta ton emisi CO2 per tahun.

China, produsen gas rumah kaca terbesar di dunia, telah berjanji untuk beralih ke energi yang lebih rendah karbon, tetapi hanya akan mulai memangkas konsumsi batubara mulai 2026. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonGlobal WarmingPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.