• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Berambisi Genggam Amerika Serikat Sebelum 2030

by Redaksi Asiatoday
May 29, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Joe Biden Serukan Serangan Terhadap Warga Asia-Amerika Dihentikan

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden China Xi Jinping disebut memiliki rencana besar untuk menggenggam Amerika Serikat (AS).

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada anggota dinas militer negara itu bahwa pemimpin China Xi Jinping yakin bahwa Beijing akan “memiliki Amerika” dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Berbicara di pangkalan bersama Langley-Eustis di Hampton, Virginia pada hari Jumat (28/5/2021), Biden mengatakan bahwa AS berada dalam pertempuran antara demokrasi dan otokrasi.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Biden mengulangi ingatannya jika ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Xi Jinping daripada pemimpin dunia mana pun.

“Karena itu adalah pertemuan pribadi 24 jam dengannya hanya dengan seorang penerjemah; 17.000 mil bepergian bersamanya di China dan di sini,” katanya.

“Dia (Xi Jinping) sangat yakin bahwa China, sebelum tahun 2030, 2035, akan memiliki Amerika karena otokrasi dapat membuat keputusan cepat,” kata Biden dari situs resmi Gedung Putih, whitehouse.gov, Sabtu (29/5/2021).

Namun, presiden dari Partai Demokrat itu melanjutkan dengan meyakinkan para tentara AS bahwa “Amerika itu unik”.

Sebelumnya pada hari yang sama, pemerintahan Biden mengusulkan rencana anggaran federal untuk tahun fiskal 2022.

Berdasarkan proposal yang diumumkan Gedung Putih, sekitar USD1,9 triliun dianggarkan untuk memerangi “pengaruh” Iran, China, dan Rusia di sebagian besar Eropa dan Eurasia, dengan fokus yang kuat di Timur Tengah, sementara kontes eksistensial untuk AS tetap dengan China.

Dengan demikian, anggaran sekitar USD155 juta akan digunakan untuk menjaga agar “Countering PRC Malign Influence Fund” tetap beroperasi. Dana itu untuk melanjutkan program untuk mencegah agresi, pemaksaan, dan pengaruh buruk oleh aktor negara dan non-negara. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaJoe BidenXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.