• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

China Buat Garis Pemisah di Puncak Everest untuk Cegah Penyebaran Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 12, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Buat Garis Pemisah di Puncak Everest untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Aktivitas pendakian Gunung Everest. Ist

ASIATODAY.ID, TIBET – Pemerintah China mulai membuat garis pemisah di puncak Gunung Everest sebagai langkah pencegahan pandemi Covid-19. Garis pemisah ini dibuat untuk mencegah pendaki dari Nepal dan pendaki dari sisi Tibet berbaur satu sama lain.

Base camp Everest di sisi Nepal telah dilanda kasus Covid-19 sejak akhir April. Dilansir dari CNN, Senin (10/5/2021). Pemerintah Nepal sampai saat ini belum melarang pendakian musim semi, yang biasanya berlangsung dari April hingga awal Juni sebelum hujan monsun.

Kantor berita Xinhua yang mengutip biro olahraga Tibet mengatakan, sebuah tim kecil pemandu pendakian Tibet akan mendaki Everest dan memasang garis pemisah di puncak. Garis pemisah itu bertujuan untuk menghentikan kontak langsung antara pendaki dari kedua sisi puncak. Sebanyak 21 warga negara China sedang dalam perjalanan ke puncak Everest dari sisi Tibet.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Pemandu Tibet akan mengatur garis pemisah sebelum kedatangan mereka. Namun tidak dijelaskan bagaimana cara pemandu Tibet itu memasang garis pemisah tersebut.

China sejauh ini tidak mengizinkan pendaki asing untuk naik dari sisi Tibet sejak wabah virus corona di tahun lalu. Para wisatawan di kawasan Gunung Everest di Tibet juga dilarang mengunjungi base camp di sisi Tibet.

Pada Minggu (9/5/2021), China daratan melaporkan 12 kasus Covid-19 baru yang melibatkan wisatawan yang datang dari luar negeri. Sementara, Nepal melaporkan 9.023 kasus Covid-19 pada 7 Mei 2021.

Pada akhir April lalu, setidaknya satu pendaki di Gunung Everest dinyatakan positif COVID-19, hanya beberapa minggu setelah puncak tertinggi di dunia itu dibuka kembali untuk pendaki pada awal April lalu setelah satu tahun ditutup.

Pendaki asal Norwegia, Erlend Ness, diisolasi di rumah sakit selama delapan malam karena virus tersebut, katanya kepada BBC. (ATN)

Tags: EverestGunung HimalayaNEPAL
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.