• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Ingatkan NATO untuk Bangun Dialog Demi Stabilitas Global

by Redaksi Asiatoday
June 15, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China memperingatkan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) untuk lebih membangun dialog yang konstruktif demi menjaga stabilitas regional dan global. Beijing menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dalam menghadapi tantangan apa pun.

Laporan Bloomberg, Selasa (15/6/2021), menurut sebuah pernyataan resmi yang dirilis misi China untuk Uni Eropa, Beijing membantah anggapan NATO bahwa telah menimbulkan tantangan sistemik ke negara mana pun dan NATO tidak boleh melebih-lebihkan kekuatan militer negara itu.

Pernyataan itu juga mendesak NATO untuk mendorong dialog dan kerja sama, dan mengatakan blok itu harus bekerja untuk menjaga stabilitas internasional dan regional.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Komentar dari Beijing muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa aliansi tersebut prihatin dengan kebijakan koersif China yang bertentangan dengan nilai-nilai fundamental dalam Perjanjian Washington yang menjadi dasar blok tersebut.

Dia mengutip persenjataan nuklir negara yang berkembang pesat, kerja sama militer dengan Rusia dan penggunaan disinformasi. Komunike yang dirilis setelah pertemuan NATO menyebutkan China sebanyak 10 kali, dibandingkan dengan hanya sekali setelah KTT terakhir pada 2019. Sedangkan Rusia disebut lebih dari 60 kali tahun ini. Dokumen itu juga mengatakan bahwa blok tersebut mempertahankan dialog konstruktif dengan China jika memungkinkan.

Washington telah berusaha untuk membangun front persatuan untuk menangani Beijing, meskipun Presiden Joe Biden menerima kecaman pada pertemuan Kelompok Tujuh (G7) selama akhir pekan lalu.

Biden telah mendorong kelompok itu untuk menghadapi China pada topik-topik seperti kerja paksa dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan pada rencana infrastruktur Belt and Road Initiative (BRI). Dia juga mengangkat isu China menolak akses dari luar ke laboratoriumnya untuk menentukan asal mula wabah Covid-19.

Komunike G7 menyerukan studi tepat waktu, transparan, dan berbasis sains yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal-usul virus tersebut.

Beberapa pemimpin, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel, menepis kekhawatiran tentang mengubah G7 menjadi kelompok antichina. Dia menyarankan program infrastruktur apa pun yang didukung negara harus dibingkai sebagai upaya yang lebih positif dan prolingkungan.

Merkel mengatakan pada satu titik di KTT bahwa ini bukan tentang menentang sesuatu, tetapi untuk membangun sesuatu. “Ini adalah klaim G7 memiliki agenda positif bagi banyak negara di dunia, yang masih perlu mengejar ketinggalan,” kata Merkel.

China menolak KTT G7 menyusul pernyataan kedutaan besarnya di London bahwa hari-hari ketika keputusan global didikte oleh sekelompok kecil negara sudah lama berlalu. (ATN)

Tags: Belt and Road InitiativeChinaG7NATO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.