• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Kecam Inggris : Stop Campuri Masalah Hong Kong

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Ingatkan Prancis Tak Jual Senjata ke Taiwan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. Foto: Reuters

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China mengecam Inggris agar tidak campur tangan dalam urusan Hong Kong dan meninggalkan mental kolonial.

Kecaman keras itu dilontarkan China setelah pemerintah Inggris berjanji memberikan perlindungan kepada penduduk Hong Kong yang bisa saja memilih meninggalkan negaranya jika undang-undang keamanan disahkan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebelumnya menulis dalam sebuah opini bahwa dia akan menawarkan jutaan visa bagi warga Hong Kong dan kemungkinan memberikan kewarganegaraan Inggris. Hal itu berlaku jika China menerapkan undang-undang keamanan nasional yang yang telah disetujui oleh parlemen minggu lalu.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

PM Boris Johnson juga menjanjikan perlindungan bagi tiga juta orang yang mungkin melarikan diri dari Hong Kong.

Kementerian luar negeri China menuduh Inggris memiliki mentalitas kolonial karena hubungan historisnya dengan Hong Hong yang berasal dari “perjanjian yang agresif dan tidak setara”.

“Kami menyarankan Inggris untuk mundur dari bahaya, meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan pola pikir kolonial mereka. Inggris harus mengakui dan menghargai kenyataan bahwa Hong Kong telah kembali ke China,” kata juru bicara kementerian luar negeri, Zhao Lijian melansir Aljazeera.com, Kamis (4/6/2020).

Zhao mengatakan London harus segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China kalau tidak ingin hal itu menjadi bumerang.

Amerika Serikat dan Inggris sebelumnya membuat marah Beijing karena kritik kedua negara terhadap undang-undang keamanan nasional terencana yang dikhawatirkan akan menghancurkan kebebasan terbatas kota semi-otonom itu.

Koresponden Al Jazeera, Kristina Yu, melaporkan dari Beijing dengan mengatakan “Kami telah mendengar bahasa ini sebelumnya ketika China menanggapi pernyataan dari AS, tetapi tampaknya Inggris kini juga mendapat kecaman dari kementerian luar negeri China.”

Hong Kong diguncang aksi protes prodemokrasi yang luar biasa selama berbulan-bulan dalam setahun terakhir.

Undang-undang keamanan nasional yang akan diterapkan China mencakup soal pemisahan diri, subversi kekuasaan negara, terorisme, dan campur tangan asing. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaHong KongHong Kong RevolutionInggrisUnited Kingdoms
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.