• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Marah Besar, Taiwan Sambut Hangat Kunjungan Menteri Kesehatan AS

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2020
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
China Marah Besar, Taiwan Sambut Hangat Kunjungan Menteri Kesehatan AS

Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, Alex Azar saat tiba di Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, Alex Azar berkunjung ke Taiwan pada Senin (10/8/2020) waktu setempat.

Dalam kunjungan ini, Alex Azar akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen, Menteri Luar Negeri Joseph Wu, dan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chen Shih-chung. Dr. Azar juga dijadwalkan untuk mengunjungi Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), dan berdiskusi dengan para ahli kesehatan untuk meningkatkan hubungan kerja sama di bidang medis antara Taiwan dan Amerika Serikat.    
 
Sejak menjabat, Dr. Azar secara terus-menerus telah menyatakan dukungannya terhadap partisipasi Taiwan dalam WHO serta kegiatan terkait lainnya. Ia telah mengambil langkah konkret dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA), serta pertemuan internasional lain untuk memperlihatkan dukungan atas partisipasi Taiwan dalam urusan kesehatan masyarakat secara global.
 
Di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19, Dr. Azar dalam beberapa kesempatan juga telah menyatakan apresiasinya terhadap kesuksesan penanggulangan wabah model Taiwan, dan secara terbuka mengakui kontribusi Taiwan dalam upaya penanganan pandemi global.

Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menyambut antusias kunjungan ini. Pasalnya, kunjungan Dr. Azar adalah kunjungan pertama pejabat kabinet pemerintahan Amerika Serikat sejak tahun 2014. Dr. Azar juga merupakan anggota kabinet AS dengan jabatan paling tinggi yang akan berkunjung ke Taiwan sejak tahun 1979.
 
“Kunjungan ini adalah bukti kuatnya rasa saling percaya dan komunikasi antara Taiwan dan Amerika Serikat, serta dukungan teguh AS terhadap Taiwan, dan hubungan kemitraan erat yang terjalin antara kedua negara,” demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) dikutip, Senin (10/8/2020).
 
Taiwan dan AS juga akan terus meningkatkan hubungan kemitraan kooperatif di tingkat global, untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, kebebasan dan hak asasi manusia yang dijunjung oleh kedua negara.             
 
China Marah

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pertemuan Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat Alex Azar dengan Presiden Taiwan diprediksi akan semakin memicu ketegangan antara AS – China.

Melansir Bloomberg, kunjungan ini memicu kemarahan China seiring dengan konfrontasi yang dilakukan AS di berbagai kesempatan, seperti soal virus, UU Keamanan Nasional Hong Kong, hingga perusahaan teknologi Tiktok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menentang pertemuan tersebut dengan tegas dan mengatakan bahwa Taiwan adalah masalah penting dan sensitif dalam hubungan AS – China.

Dalam press briefing Kamis lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou mengungkapkan bahwa Beijing adalah pembuat masalah global. Pihaknya meminta China agar tidak ikut campur dengan hubungan internasional Taiwan.

“Apa yang dapat dilakukan pemerintah China adalah berhenti berperilaku tidak bertanggung jawab dalam tatanan internasional,” katanya.

Taiwan meminta Beijing agar mengembalikan politik kepada rakyat dan mendengarkan rakyat karena 1,4 miliar penduduk China dan Hong Kong butuh kebebasan.

Seperti banyak diberitakan, Taiwan digadang-gadang menjadi salah satu negara paling sukses dalam penanganan Covid-19, sementara AS menjadi yang terparah.

Direktur program China Asia Research Institute Jonathan Sullivan mengatakan kunjungan Azar ke Taiwan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pengendalian virus. Tujuan utama AS memang mengirim sinyal ke Beijing karena telah menekan diplomasi dan militer Taiwan.

“Ada kepercayaan diri pada Taiwan, di mana demonstrasi dukungan dari AS akan membantu, bahwa Taiwan bisa hidup dengan tekanan China, meski terbatas, terutama selama reaksi ketegasan China meningkat di seluruh dunia,” tandasnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.