• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Corong Dunia, Indonesia Mulai Benahi Bawah Laut Bali

by Redaksi Asiatoday
October 31, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Corong Dunia, Indonesia Mulai Benahi Bawah Laut Bali

Pemulihan terumbu karang di Bali. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengerjakan program restorasi terumbu karang Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) dan pelestarian ekosistem pesisir dan kawasan wisata sebagai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dimulai dari Bali.

Menteri KKP Edhy Prabowo menjelaskan, Bali sebagai penunjang pariwisata dengan menyumbangkan devisa bagi negara.

“Bali penyokong ekonomi kedua yang membangun Indonesia. Dan Bali adalah corong dunia. Orang di dunia mengenal Indonesia melalui Bali. Ini yang sangat penting. Makanya kita harus mulai dan kita harus geliatkan,” ujar Edhy dalam keterangan resmi, yang diterima Sabtu di Jakarta, (31/10/2020).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Edhy menyebut, program restorasi terumbu karang itu bakal bermanfaat secara ekonomi untuk masyarakat pesisir di Bali melalui program padat karya dan manfaat jangka panjang mendukung sektor kelautan dan perikanan.

“Ini juga bargain kepada dunia bahwa dengan kita membangun koral, kita juga turut membangun iklim sejuk di Indonesia. Karena menanam satu koral sama dengan menanam 20 pohon,” imbuh Edhy.

Program Pembangunan taman bawah laut ini, lanjut Edhy, diharapkan menjadi trigger pemanfaatan sektor kelautan dan perikanan di Bali, sehingga tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Sebab, ia melihat potensi Bali di sektor kelautan dan perikanan cukup tinggi.

“Satu hal yang Bali miliki tapi daerah lain tidak punyai adalah pasarnya. Seluruh dunia mampir di Bali,” tuturnya.

Edhy pun mengajak masyarakat Bali untuk mulai menggarap serius sektor kelautan dan perikanan. Misalnya rumput laut, tambak udang, atau budidaya ikan.

Ia mencontohkan, budidaya rumput laut yang pengelolaannya tidak terlalu rumit.

“Cukup memberikan bibit, tanpa pupuk, dan bisa dipanen setiap 43 hari. Satu tahun bisa menghasilkan 10 ton kering minimal. Harga perkilonya bisa Rp12 ribu bahkan sampai Rp26 ribu,” tandas Edhy. (ATN)

Tags: Bali TourismKonservasi LautTerumbu KarangWisata Bali
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.