• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dampak Kebakaran Hutan, Satwa Orang Utan Kehilangan Habitat

by Redaksi Asiatoday
November 14, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dampak Kebakaran Hutan, Satwa Orang Utan Kehilangan Habitat

ASIATODAY.ID, KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah Ketapang, Kalimantan Barat, tidak saja hanya menjadi bencana ekologi, namun menghilangkan habitat dan ruang hidup satwa Orang Utan.

Yang teranyar, para pemerhati lingkungan bersama petugas balai konservasi harus berjibaku menyelamatkan Berat, Orangutan jantan berbobot lebih dari 80 kg. Pada akhir pekan lalu, tepatnya Jumat, 8 November 2019.

Tim Orangutan Protection Unit (OPU) dari International Animal Rescue (IAR) Indonesia menerima laporan warga tentang keberadaan Orangutan ini di lahan konsesi sawit di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kalimantan Barat.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Dampak Kebakaran Hutan, Satwa Orang Utan Kehilangan Habitat 1
Proses trans lokasi Berat. Foto : IAR Indonesia.

Menindaklanjuti laporan ini, tim OPU IAR Indonesia segera menuju lokasi dan menemukan keberadaan Orangutan tersebut yang beraktivitas di tanah karena tidak ada lagi pohon tinggi.

Kondisi hutan di sekitar kebun sawit itu sudah terbakar dan tidak ada lagi tempat hidup yang layak bagi orangutan ini sehingga ia memasuki lahan kebun dan memakan umbut-umbut sawit untuk bertahan hidup.

Melihat kondisi di lokasi yang tak memungkinkan orangutan ini bisa melanjutkan hidup, tim OPU memutuskan untuk mentranslokasi orangutan ini yang kemudian dinama “Berat” ke hutan yang lebih baik. Kegiatan penyelamatan ini dilakukan bersama BKSDA Kalbar pada hari Minggu 10 November 2019.

Setelah menjalani proses pemeriksaan medis oleh tim dokter IAR Indonesia, Berat yang diperkirakan berusia lebih dari 20 tahun, kemudian ditranslokasi ke hutan Sentap Kancang, yang dinilai lebih sesuai sebagai habitat barunya karena hutan tersebut masih menyediakan pepohonan dan tanaman yang cukup sebagai pakannya. Selain itu kepadatan populasi orangutan di hutan ini belum terlalu tinggi sehingga ia masih memiliki ruang hidup yang sesuai bagi karakter orangutan sebagai satwa yang soliter.

Sebelumnya, hanya dalam jangka waktu 2 bulan, IAR Indonesia telah menyelamatkan 6 individu Orangutan korban kebakaran di Ketapang.

“Berat adalah korban kebakaran 2019 yang ke 7 hanya di areal sekitar ketapang saja. Ancaman kebakaran sudah menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan orangutan dan juga menjadi salah satu faktor terbesar yang mendorong efek rumah kaca dan perubahan iklim,” ujar Karmele L. Sanchez, Direktur Program IAR Indonesia dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (14/11/2019).

Dampak Kebakaran Hutan, Satwa Orang Utan Kehilangan Habitat 2
Berat setelah dilepas di habitat barunya. Foto : IAR Indonesia.

“Selain kerugian lingkungan kita harus memperhitungkan Kerugian ekonomi bagi pemerintah, bagi masyarakat dan bagi seluruh dunia akibat kebakaran juga karena kebakaran adalah permasalahan kita bersama,” tambahnya.

Penyelamatan dan translokasi Berat ini memperlihatkan bahwa bencana kebakaran hutan dan lahan sejak pertengahan tahun ini, memerlukan kerja sama semua pihak dalam memulihkan kembali kondisi hutan.

Kesadaran warga yang semakin meningkat terhadap penyelamatan satwa juga turut mendukung pekerjaan-pekerjaan petugas penyelamat satwa di lapangan, dengan cara segera melaporkan keberadaan satwa dilindungi yang kehilangan hutan sebagai rumah hidupnya.

Namun yang terutama, ke depannya, upaya masyarakat juga sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan serta praktik-praktik yang merusak ekosistem dan keseimbangan alam. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: IARKebakaran Hutan dan LahanKonservasi Orang UtanSatwa Liar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.