• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Dampak Perubahan Iklim Setara dengan Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Dampak Perubahan Iklim Setara dengan Pandemi Covid-19

Dampak Perubahan Iklim mengancam kehidupan di planet bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dampak perubahan iklim yang memicu bencana secara global setara dengan pandemi global coronavirus (Covid-19).

Bedanya, Covid-19 pertama kali muncul di Wuhan, China, yang kemudian meluas ke seluruh dunia, sementara dampak perubahan iklim beriringan dengan pembangunan di suatu negara. Semakin rakyatnya sejahtera, mobilitas semakin tinggi, dan penggunaan energi semakin besar, maka seluruh kegiatan manusia akan menghasilkan emisi karbon yang akan mengancam dunia dalam bentuk kenaikan suhu.

Pandangan itu dikemukakan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani di forum ESG Capital Market Summit secara virtual, Selasa (27/7/2021).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut Sri Mulyani, saat ini dunia berlomba-lomba menghindari dampak dari katastropik akibat dari kenaikan suhu atau temperatur dunia.

“Perubahan iklim tentu mempengaruhi semua makhluk dan manusia di dunia, sama seperti pandemi, tidak ada negara yang bisa terbebas dari ancaman perubahan iklim,” paparnya.

Dikatakan, negara yang tidak siap dari sisi sistem kesehatan, kemampuan fiskal, serta kemampuan mendapatkan vaksin Covid-19 dan melakukan vaksinasi, akan menjadi negara yang mengalami dampak terberat dari pandemi.

“Perubahan iklim juga sama, negara miskin mungkin akan mendapatkan dampak yang jauh lebih berat. Karena itu, seluruh dunia berikhtiar menghindarkan dampak katastropik dari perubahan iklim,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebagai negara yang besar dari segi jumlah penduduk dan ekonomi, maka Indonesia akan menjadi salah satu negara yang harus ikut berpartisipasi menangani risiko perubahan iklim.

“Dan karena emisi karbon mengancam seluruh dunia, maka kita juga harus mampu mendudukkan Indonesia dalam konteks ancaman global ini dan sekaligus mendudukkan Indonesia dalam konteks kesiapan untuk ikut membentuk tatanan global baru,” tandas Sri Mulyani. (ATN)

Tags: Climate ActionClimate ChangeClimate CrisisPandemi GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.