• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Dari Vatikan, Paus Fransiskus Serukan Agar Kekerasan Diakhiri di Yerusalem

by Redaksi Asiatoday
May 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
RI : Terowongan Israel di Yerusalem Bentuk Pencaplokan

Kota Suci, Yerusalem

ASIATODAY.ID, VATICAN CITY – Paus Fransiskus menyerukan diakhirinya kekerasan di Yerusalem timur yang dicaplok.

Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel telah menyebabkan puluhan orang Palestina terluka.

“Saya berdoa agar Yerusalem bisa menjadi tempat pertemuan dan bukan bentrokan dengan kekerasan, tempat doa dan kedamaian,” kata pemimpin tertinggi umat Katolik itu, dikutip AFP, Minggu (9/5/2021)

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Setelah menyampaikan doa Regina Caeli dari jendela yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, Paus mengaku dirinya mengikuti secara khusus peristiwa yang terjadi di Yerusalem.

“Saya mengajak semua orang untuk mencari resolusi bersama sehingga identitas multi-agama dan multi-budaya kota suci bisa dihormati dan agar persaudaraan bisa menang. Kekerasan hanya menghasilkan kekerasan. Mari kita hentikan bentrokan ini,” imbaunya.

Ketegangan memuncak pada hari Minggu di Yerusalem timur setelah ratusan warga Palestina terluka dalam bentrokan akhir pekan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran global bahwa kerusuhan dapat menyebar lebih jauh.

Kekerasan di sekitar kompleks masjid Al-Aqsa yang dihormati di Yerusalem dan Kota Tua, sebagian besar pada malam hari, adalah yang terburuk sejak 2017. Kekerasan didorong upaya selama bertahun-tahun oleh pemukim Yahudi untuk mengambil alih rumah-rumah Palestina di Yerusalem timur.

Paus Fransiskus juga berdoa untuk para korban serangan bom pada hari Sabtu di sekolah di Kabul. Dia menggambarkan serangan sebagai tindakan tidak manusiawi yang membunuh banyak siswa saat mereka meninggalkan sekolah.

“Mari kita berdoa untuk mereka semua dan untuk keluarga mereka, dan semoga Tuhan memberikan perdamaian di Afganistan,” katanya.

Serangkaian ledakan di luar sekolah terjadi saat puncak periode belanja liburan menewaskan lebih dari 50 orang, kebanyakan siswa perempuan. Ledakan melukai lebih dari 100 orang di Dasht-e-Barchi, pinggiran Kabul barat yang sebagian besar dihuni oleh kaum Syiah Hazara. (ATN)

Tags: Paus FrancisVatikanYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.