• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Darurat Polusi Karbon, Planet Bumi Memasuki Fase Kritis

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tekan Emisi Karbon di Sektor Migas, Indonesia Terapkan Teknologi CCUS

Emisi karbon yang dihasilkan industri Minyak dan Gas (Migas). Dok

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras bahwa planet bumi saat ini sedang memasuki fase kritis.

Pasalnya, planet ini akan mengalami kenaikan suhu rata-rata hingga 2,7 derajat Celcius.

Peringatan tersebut dikeluarkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) beberapa hari menjelang Konferensi Perubahan Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Upaya untuk mengurangi polusi karbon dipandang lemah dan ‘janji yang tidak terpenuhi’.

Direktur Eksekutif UNEP Inger Anderson mengatakan negara-negara G20 bertanggung jawab atas 78 persen dari semua emisi.

“Negara-negara maju bertanggung jawab atas peningkatan itu dan faktanya semua 193 negara anggota melakukannya,” katanya dikutip dari laman UNEP, Jumat (29/10/2021),

Menurut Anderson, tindakan segera perlu diambil sekarang karena sebagian besar negara telah berjanji untuk menunda masalah ini hingga 2030.

Jelas, situasinya sudah terlambat dan kerusakan terburuk akan terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim.

Konferensi COP26 adalah kesempatan terakhir untuk menempatkan dunia di jalur untuk membatasi tingkat pemanasan hingga 1,5 Celcius di atas tingkat pra-industri.

Para ilmuwan menjelaskan upaya itu dapat membantu mencegah perubahan bencana terburuk seperti badai, kebakaran hutan, dan banjir di seluruh dunia. (ATN)

Tags: Emisi KarbonPemanasan GlobalPerubahan IklimSave EarthUNEP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.