• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Daya Tarik Tari Legong Kraton di Malam Budaya Baden Jerman

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2020
in CULTURE
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Daya Tarik Tari Legong Kraton di Malam Budaya Baden Jerman

ASIATODAY.ID, JERMAN – Tari Bali Legong Kraton yang dibawakan Ni Nyoman Hartini Rutzer menjadi daya tarik bagi pengunjung acara malam budaya “Nacht Der Kuturen 2019“ yang diselenggarakan setiap dua tahun bertempat di kota Lauchringen, Baden – Württemberg, Jerman, yang pada tahun ini digelar pada 12 Juli 2019.

Malam budaya yang diadakan Persatuan Retail dan Pengusaha (Lauchringer Handels- und Gewerbekreis e.V) itu, Indonesia diwakili anggota Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI) yang ingin membawa nama Indonesia ke dunia intrernasional.

Dilansir dari antara, Divisi Luar Negeri GKI Eva Reinhard, mengungkapkan selain tarian, stan Indonesia juga mempromosikan aneka kuliner khas Nusantara seperti Rendang, Sate Ayam, Risoles, Tempe Goreng dan kue Chiffon Pandan sebagai pencuci mulut para pemburu kuliner.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Malam budaya dengan tema “Berkeliling Dunia dalam 8 jam“ ditampilkan tarian Samba dari negara Brasil dan tari-tarian dari negara lain menjadi magnet tersendiri bagi ribuan pengunjung yang ikut merayakan pesta rakyat tersebut.

Panitia penyelenggara dan penanggung jawab acara menyatakan bahwa mereka sangat gembira dan antusias bisa menyelenggarakan acara malam budaya yang ke-4 kalinya itu. Setiap dua tahun sekali pihak penyelenggara selalu menanti kejutan dan berbagai hal baru yang siap dipresentasikan oleh berbagai negara yang ikut berpartisipasi.

Malam Budaya itu diikuti 22 negara, dari berbagai benua dengan menghadirkan sekitar 30 Stand dan tiga panggung utama menghibur para pengunjung dengan berbagai atraksi budaya negara peserta.

Penari Ni Nyoman Hartini Rutzer mengatakan bahwa ia merasa terharu dan bahagia setiap tampil menghibur pengunjung dengan memperkenalkan berbagai tarian nusantara, seperti tari Legong Kraton ini.

“Warga setempat yang sebagian besar sudah menjadi Friends of Indonesia selalu menjadi pendorong dan inspirasi untuk terus berkarya mempromosikan budaya tanah air di negeri orang,” ujar Nyoman sambil melayani pengunjung yang ingin berfoto dengan busana khas penari Bali .

Eva Reinhard, mengatakan seperti halnya, para diaspora Indonesia dengan berbagai latar belakang dan aneka profesi berkomitmen menularkan kebaikan dan mempromosikan tanah air melalui soft diplomasi kuliner ke seluruh dunia.

“Rasa capek saya dan teman-teman yang beberapa hari terakhir sibuk mempersiapkan segala keperluan acara, terbayar dengan kebahagian batin tersendiri begitu mendengar beberapa komplimen dari para pengunjung yang sampai 2-3 kali kembali lagi mencicipi rendang dan sate ayam,” ujar Eva Reinhard.

Eva menambahkan bahwa pengunjung harus tahu Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat kaya dengan berbagai budaya dan kulinari khas propinsi masing-masing. Keaneka-ragaman ini yang selalu disampaikan kepada masyarakat lokal dimana kami tinggal.

“Memang tidak mudah di awal karena banyak dari mereka mengenal Indonesia hanya Pulau Bali,“ imbuhnya.

Stan Indonesia menyajikan masakan khas propinsi lain seperti soto ayam dan bakso.

Seperti pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi bahwa diaspora Indonesia menjadi aset penting bagi pemerintah.

Dengan kondisi perekonomian dunia yang masih belum stabil, setiap negara berusaha untuk meningkatkan ekspor dan menarik investasi asing. Disinilah peran diaspora Indonesia yang sangat berarti.

“Kami selalu optimis soft diplomasi yang kami perani di luar negeri akan membawa dampak positif bagi Indonesia, terlebih masyarakat dunia akan lebih mengenal tanah air tidak hanya dari segi keindahan alam, tetapi juga melalui kulinari, bahasa dan budaya nusantara,” kata Eva Reinhard. (AT Network)

Tags: Culture IndonesiaMalam Budaya JermanTari Legong
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.