• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 23, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Delegasi AS dan China Saling Serang Pada Pertemuan Perdana

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pertemuan AS-Tiongkok Sukses Capai Kemajuan Besar

China dan Amerika Serikat. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Delegasi Amerika Serikat (AS) dan China saling serang saat berbicara dalam perundingan pertama sejak Presiden Joe Biden terpilih.

Ketegangan bermula setelah seorang pejabat senior AS menuduh mitra runding mereka ‘bersikap sok’ dan ‘melanggar protokol’.  Hubungan yang tegang dari pemain ekonomi global itu ditampilkan di depan umum yang jarang terjadi di Alaska kemarin.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan turut membuka pertemuan dengan China yang diikuti diplomat Yang Jiechi dan Anggota Dewan Negara Wang Yi.

RelatedPosts

New Zealand-Philippines Forge Indo-Pacific Partnership

ASEAN–New Zealand Reinforce Indo-Pacific Stability

Indonesia Orders 12 Italian M-346 Jets to Boost Air Power

Blinken mengatakan, bahwa pihaknya akan membahas keprihatinan mendalam atas tindakan China, termasuk di Xinjiang, Hong Kong, Taiwan, dan serangan dunia maya di Amerika Serikat selain tekanan ekonomi pada sekutu AS seperti dikutip TheGuardian, Jumat (19/3/2021).

“Setiap tindakan ini mengancam tatanan berbasis aturan yang menjaga stabilitas global,” katanya.

“China harus membujuk Korea Utara untuk menyerahkan senjata nuklir,” kata Blinken.

Yang Jiechi pun menanggapi pernyataan itu dengan pidato selama 15 menit dalam bahasa China, sementara pihak AS menunggu terjemahan. Dia mengecam apa yang disebutnya sebagai penegakan demokrasi di AS, perlakuan buruk terhadap minoritas dan kebijakan luar negeri, serta perdagangan.

“Amerika Serikat menggunakan kekuatan militer dan hegemoni keuangannya untuk menjalankan yurisdiksi jarak jauh dan menekan negara lain,” kata Yang.

Dia menyebut gagasan keamanan nasional AS telah merusak hubungan perdagangan normal, dan menghasut beberapa negara untuk menyerang China.

“Izinkan saya mengatakan di sini bahwa di mata pihak China, Amerika Serikat tidak memiliki kualifikasi untuk mengatakan ingin berbicara dengan China dari posisi yang lebih tinggi,”. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Beyond Declarations: ASEAN Faces Test to Turn Partnerships into Real Action
  • New Zealand-Philippines Forge Indo-Pacific Partnership
  • ASEAN–New Zealand Reinforce Indo-Pacific Stability
  • AIPA at a Critical Juncture: Indonesia Pushes ASEAN Beyond Resolutions
  • Indonesia Orders 12 Italian M-346 Jets to Boost Air Power
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.