• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presiden Jokowi Galang Pemimpin ASEAN Bahas Krisis di Myanmar

by Redaksi Asiatoday
March 19, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Geopolitik Berubah, Saatnya ASEAN Bangkit dan Bangun Kekuatan Kolektif

Presiden Republik Indonesia Jokowi. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pemimpin negara di Asia Tenggara (ASEAN) untuk bersatu mencari jalan keluar atas krisis di Myanmar. Proses dialog harus segera digelar agar rekonsiliasi bisa dilakukan demi memulihkan demokrasi, perdamaian, dan stabilitas di Myanmar.

Menurut Jokowi, peran ASEAN sangat dibutuhkan. “Saya akan segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN agar segera diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi ASEAN guna membahas krisis di Myanmar,” kata Jokowi saat menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (19/3/2021).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mendesak agar kekerasan yang terjadi di Myanmar segera dihentikan agar tidak lagi menelan korban jiwa.

RelatedPosts

Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

“Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Presiden Jokowi juga mengungkapkan simpatinya kepada korban kekerasan di Myanmar. Presiden menyampaikan duka cita mendalam dari rakyat Indonesia kepada warga Myanmar yang menjadi korban kekerasan akibat krisis yang terjadi.

“Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita dan simpati yang mendalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar,” tutur Jokowi.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mengecam kekerasan di Myanmar dan bertambahnya korban jiwa Myanmar akibat tindakan refresif aparat. Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengungkapkan bahwa sekitar 149 orang telah tewas, termasuk 5 orang dalam tahanan, sejak kudeta militer 1 Februari. Catatan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) lebih banyak lagi, yakni 180 nyawa terenggut. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.