• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Delta Airlines Larang Terbang 550 Penumpang Karena Tak Pakai Masker

by Redaksi Asiatoday
November 15, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Maskapai Delta Airlines Pensiunkan Boeing 777

Maskapai Delta Airlines. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Delta Airlines, maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) melarang 550 penumpangnya untuk terbang gara-gara tidak pakai masker.

“Mereka dilarang untuk terbang. Mereka menolak memakai masker di dalam pesawat,” kata Kepala Eksekutif Delta Airlines, seperti dilansir dari New York Post, Minggu (15/11/2020).

Jumlah penumpang yang ditempatkan pada daftar “dilarang terbang” meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal September 2020.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sebelumnya, maskapai yang berbasis di Atlanta itu dilaporkan telah memasukkan 270 pelancong dalam daftar hitam.

“(Total) mewakili sebagian kecil dari pelanggan kami secara keseluruhan. Sebagian besar dari mereka mengikuti pedoman kami dan menghargai langkah-langkah yang kami ambil untuk menjaga mereka tetap aman dan sehat,” kata Bastian dalam sebuah memo kepada karyawan yang menekankan pentingnya mengenakan masker dan langkah-langkah keamanan terhadap virus corona lainnya.

Maskapai besar AS termasuk Delta, United, American, dan Southwest pertama kali mengancam akan melarang pelancong karena tidak mengenakan masker pada Juni 2020 dalam upaya melindungi pekerja dan penumpang dari Covid-19.

“Perintah mengenakan masker merupakan hal paling penting dari serangkaian komprehensif untuk mengurangi penularan Covid-19 selama perjalanan udara,” menurut laporan Harvard’s T.H. Chan School of Public Health.

Namun, Bastian mengatakan bahwa pandemi kemungkinan akan membebani industri penerbangan hingga tahun depan. Meskipun ada kemajuan baru-baru ini lewat vaksin yang dapat membantu ekonomi kembali normal.

Volume penumpang maskapai penerbangan AS tetap 65 persen lebih rendah daripada tahun lalu ketika negara itu bergulat dengan rekor lonjakan kasus virus corona, menurut kelompok industri Airlines for America.

“Perlu diingat bahwa pengembangan vaksin merupakan langkah penting, distribusi luas akan memakan waktu berbulan-bulan. Jadi, kami terus berharap 2021 akan menjadi tahun dengan tantangan yang berkelanjutan,” tulis Bastian. (ATN)

Tags: Delta AirlinesMaskapai Penerbangan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.